KABUPATEN KEDIRI – Dalam rangka memperingati World Clean Up Day (WCD) 2025 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri menggelar Aksi Bersih Lingkungan dan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kawasan wisata Sumber Kembangan Desa Paron Kecamatan Ngasem, Jumat (26/9/2025). Kegiatan ini tak hanya menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai langkah awal menjadikan kawasan tersebut sebagai sumber wisata air bersih dan destinasi wisata sehat di Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khotib, mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi dari Surat Edaran Bupati Kediri Nomor: 100.3.4.2_2/418.35/2025 tentang Pelaksanaan Kerja Bakti di Seluruh Wilayah Kabupaten Kediri. World Clean Up Day tahun ini mengusung tema nasional Menuju Indonesia Bersih 2029. Menurut Khatib, pihaknya memilih Sumber Kembangan sebagai lokasi kegiatan karena tempat ini memiliki fungsi ganda. Pertama sebagai sumber air bersih dan sekaligus sebagai tempat wisata alam.


“Harapannya, aksi bersih-bersih ini bisa menjadi pemicu gerakan kebersihan berkelanjutan, khususnya di area-area wisata berbasis lingkungan,” kata Khotib.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan pegawai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri turut ambil bagian. Mereka melakukan kerja bakti membersihkan area sumber air, saluran irigasi, hingga area taman wisata. Kegiatan juga melibatkan pihak Pemerintah Desa Paron serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri untuk mendukung pengangkutan dan pengelolaan sampah.
Kegiatan diawali dengan jalan sehat dari kantor Dinkes Kabupaten Kediri menuju lokasi Sumber Kembangan yang ditempuh sekitar 10 menit. Seluruh peserta mengenakan kaos merah marun bertuliskan Kediri Berbudaya, serta perlengkapan pelindung diri seperti masker, sarung tangan, dan sepatu. Menurut Khotib, kebersihan lingkungan erat kaitannya dengan upaya promosi hidup sehat yang menjadi tanggung jawab institusinya. Untuk itu, acara kali ini juga sebagai ajang promosi dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).


“Kita tidak bisa bicara soal kesehatan masyarakat tanpa memperhatikan faktor lingkungan. Kawasan wisata yang bersih dan sehat akan mendorong masyarakat,” imbuhnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari edukasi langsung kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan sumber air. Apalagi, Sumber Kembangan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis air bersih dan alam yang ramah lingkungan.



Sementara itu, Kepala Desa Paron Buyung Wicaksono, menyambut baik inisiatif Dinas Kesehatan tersebut. Dia berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan ditiru oleh komunitas maupun lembaga lain.
“Terima kasih kepada semua yang hari ini melaksanakan bersih-bersih di area Sumber Kembangan. Ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap aset desa kami,” katanya.
Buyung menambahkan, keberadaan Sumber Kembangan yang strategis, dekat dengan pusat Kabupaten Kediri, menjadikannya berpeluang besar menjadi jujugan wisata masyarakat. Dia berharap adanya pembinaan dan promosi lebih lanjut agar Sumber Kembangan berkembang sebagai desa wisata sehat.
Selain bersih-bersih, dalam kegiatan ini juga dilakukan edukasi mengenai PHBS mulai dari pentingnya cuci tangan pakai sabun, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga menjaga kualitas air sumber. Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dinas Kesehatan berharap kegiatan ini bukan hanya berlangsung sekali, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang diterapkan di berbagai lokasi wisata di Kabupaten Kediri.

“Target kita adalah menciptakan kawasan wisata yang bersih, sehat, dan menarik untuk dikunjungi,” tandas Ahmad Khotib. Artikel ini juga telah tayang di TRIBUNMATARAMAN.COM,