Dinkes Kabupaten Kediri

Dinkes Kabupaten Kediri Perkuat Manajemen Fasilitas dan Keselamatan Puskesmas

KABUPATEN KEDIRI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri menggelar workshop penguatan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) puskesmas, kemarin. Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khotib, M.Kes. dan diikuti penanggung jawab serta koordinator manajemen dari 37 puskesmas, UPT Labkesmas Kabupaten Kediri, dan jajaran Dinkes Kabupaten Kediri.

Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan fasilitas dan keselamatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Kepala Dinkes Kabupaten Kediri melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr. Rahma Sari Dewi mengatakan, kegiatan tersebut salah satunya dilatarbelakangi musibah kebakaran bangunan Puskesmas Tiron pada 1 Juni 2026.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya penguatan manajemen fasilitas dan keselamatan di lingkungan puskesmas. Sebab, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas terus meningkat.

“Manajemen fasilitas dan keselamatan menjadi salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu,” ujar dr. Rahma. Dia menjelaskan, tantangan yang dihadapi puskesmas tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Namun juga mencakup kebutuhan pemeliharaan sarana dan prasarana yang semakin kompleks, potensi risiko bencana alam maupun nonalam, serta pemenuhan standar akreditasi puskesmas yang semakin komprehensif.

Karena itu, diperlukan penguatan kapasitas seluruh pengelola MFK agar mampu melaksanakan tugas secara profesional, sistematis, dan berkelanjutan.

“Harapannya, seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai standar dan implementasi MFK di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Rahma menyebut MFK memiliki cakupan yang luas. Di antaranya keselamatan pasien, pengunjung, dan petugas; pengelolaan risiko fasilitas; kesiapsiagaan menghadapi bencana; hingga pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Selain itu, MFK mencakup pengelolaan utilitas, pemeliharaan peralatan kesehatan, serta pengelolaan lingkungan kerja agar tetap aman dan sehat.

“Manajemen fasilitas dan keselamatan juga termasuk salah satu kriteria dalam elemen penilaian akreditasi puskesmas,” pungkas dr. Rahma. (ik2/tar – JP Radar Kediri)

Scroll to Top