KABUPATEN KEDIRI – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan terus dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri. Salah satunya dengan membuka stan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam Festival Lansia yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Kediri di kawasan Taman Simpang Lima Gumul, Jumat (28/8/2026).
Stan CKG tersebut dimanfaatkan para lansia yang hadir dalam festival untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus berkonsultasi mengenai keluhan yang mereka alami. Program CKG merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Harapannya di tahun kedua program ini, targetnya 46 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Kediri dapat terpenuhi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro di sela-sela memberikan konsultasi kesehatan kepada para lansia.
Bambang mengungkapkan, hingga saat ini cakupan masyarakat Kabupaten Kediri yang telah mendaftar CKG masih berada di angka sekitar 30 persen dari jumlah penduduk. Karena itu, pihaknya berharap pelaksanaan CKG dalam empat bulan ke depan bisa lebih dimaksimalkan.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu sampai mengalami keluhan untuk memeriksakan kondisi kesehatan. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan yang tersedia di wilayah masing-masing.
“Harapannya dalam rentang waktu empat bulan ke depan ini bisa lebih dimaksimalkan lagi untuk cek kesehatan gratis,” jelas Bambang.
Dalam pelaksanaan CKG di Festival Lansia, keluhan yang banyak ditemukan berkaitan dengan penyakit metabolik. Kondisi tersebut, kata Bambang, cukup umum dialami masyarakat lanjut usia seiring dengan bertambahnya usia.
Beberapa di antaranya adalah hipertensi dan kadar gula darah tinggi. Pemeriksaan secara rutin dinilai penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan adanya gangguan kesehatan.
Bambang pun mengajak masyarakat Kabupaten Kediri memanfaatkan program CKG dengan mendatangi puskesmas terdekat maupun Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang ada di wilayah masing-masing.
“Tujuannya untuk mendeteksi lebih awal kondisi kesehatan, apakah masuk kriteria sehat atau sudah sakit tetapi belum diketahui,” pungkasnya. (ik2/adv/tar – JP Radar Kediri)

