KABUPATEN KEDIRI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, Senin (25/5) pagi menggelar Workshop Peningkatan Kemampuan Pelayanan Publik pada Fasilitas Kesehatan di Grand Surya Hotel. Dalam Workshop ini Dinkes bersinergi dengan Tim Sinergi Bicara dengan dua pemateri diantaranya Rizqiani Putri S. Sos, M. Med. Kom Founder Sinergi Bicara dan Pebrio Kalianda S. Sos Publik Speaker And Personel Branding Counsultan Creatif Officer Of Sinergi Bicara.
Hadir di agenda acara ini dr. Ahmad Khatib, M.Kes. Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dan Dr. Sony Laksono Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kediri. Di agenda Workshop ini hadir 74 peserta dari perwakilan Puskesmas di Kabupaten Kediri. Sebelumnya juga dilakukan kegiatan yang sama dengan seluruh ASN Dinkes Kabupaten Kediri, perawat, bidan dan dokter di wilayah kerja Kabupaten Kediri.
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khatib, M.Kes. mengatakan, memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan exelent dengan memberikan kesan sapa, senyum, ramah dengan komunikasi yang baik. Utamanya penyampaian bahasa tubuh dengan gestur menyenangkan. Ke depannya Dinkes bersama Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang dinaunginya akan lebih meningkatkan pelayanan yang lebih profesional.
“Kemampuan komunikasi yang baik akan dirasakan oleh mereka yang terlayani dengan tugas tugas yang lebih greget dan memuaskan yang datang ke Puskesmas. Membuat bahagia orang lain lebih terlayani dan bisa meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat. Karena perlu juga personal branding,” katanya.
Sementara Pebrio Kalianda salah satu pemateri di Workshop ini menyampaikan perlunya tampilan personal branding dengan penampilan menarik sangat mendukung keberlanjutan komunikasi yang baik. Ketika bertemu pertama kali dengan tenaga kesehatan, pasien merasa nyaman dan aman hingga pasien akan terpuaskan.
“Komunikasi yang efektif harus dibangun dari diri sendiri dengan sikap percaya diri. Menjadi pribadi menarik dan disukai adalah hal yang menyenangkan bagi pribadi yang bekerja dilayanan publik seperti bidang kesehatan ini. Karenanya harus bisa menciptakan komunikasi, bahasa tubuh yang tertata dan gaya bicara yang terpola dengan santun akan membuat kesan mendalam dan tenang bagi yang terlayani,” katanya. (bak – Memo)



