KABUPATEN KEDIRI – Mengambil tema “Menjamu Masa Depan Dengan Jamu” Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, Jumat (29/5/2026) pagi menggelar peringatan Hari Jamu Nasional ke-18 di halaman Kantor Dinkes Kabupaten Kediri. Kegiatan peringatan hari Jamu Nasional ini dengan agenda senam bersama dan minum jamu bersama dihadiri Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khatib, M.Kes. dan diikuti seluruh ASN Dinkes Kabupaten Kediri.
Pengertian Jamu dalam Permenkes 61 tahun 2016 adalah obat tradisional dari bahan ramuan dari tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral sediaan sarian (galenik) atau campuran yang sudah turun temurun dan digunakan sebagai pengobatan sesuai kegunaan dalam norma masyarakat. Sementara di kegiatan senam dipandu instruktur senam kondang di Kediri yaitu Chen Chen dan senam berlangsung satu jam di halaman Dinkes kabupaten Kediri.
Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khatib, M.Kes. mengatakan peringatan hari Jamu Nasional ini adalah serangkaian program Pelayanan Kesehatan Tradisional berkolaborasi dengan program Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja Olahraga. Beliau menjelaskan djamoe (jamu) merupakan gabungan singkatan dari djampi yang berarti doa atau obat, serta oesodo (usodo/husada) yang berarti kesehatan.
“Hari ini kita berolahraga senam bersama dan diawali minum jamu tradisional bersama dengan harapan tubuh kita sehat dan aktivitas lancar. Khasiat jamu sangat banyak untuk kesehatan tubuh. Ada banyak jenis Jamu di Indonesia seperti beras kencur, kunyit asam, sinom, cabe puyang, pahitan,uyub uyub, kunci sirih, kudu laos dan kunyit asam. Semuanya ada khasiatnya untuk kebugaran dan kesehatan tubuh,” jelasnya.
Khatib mencontohkan, seperti kunyit untuk lawan infeksi, untuk obati luka bakar. Kunyit dapat melawan parasit, jamur virus dan bakteri. Di Permenkes No 9 tahun 2016 tentang pengembangan kesehatan tradisional melalui Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga/Asman TOGA, ketrampilan akupresur salah satu upaya pengobatan ringan tanpa obat untuk keluarga. Ini bisa dikembangkan di keluarga dan kelompok.
“Di Kabupaten Kediri pada tahun 2025 telah terbentuk 133 Asman Toga di 101 dari 344 desa/kelurahan dengan di sahkan melalui SK Kepala desa. Ramuan jamu sebagai kekayaan budaya harus tetap dilestarikan. Kita ajak masyarakat untuk ikut minum jamu untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” imbuhnya. (bak – Memo)





