Dinkes Kabupaten Kediri

Dinkes Kabupaten Kediri Berikan Keterampilan SPGDT ke Ponpes

Sosialisasikan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu ke Masyarakat

KABUPATEN KEDIRI. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri gencar menggelar sosialisasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu atau disingkat SPGDT. Kemarin (Selasa, 20/5/2025) sosialisasi itu dilaksanakan di Ruang Joyoboyo Pemerintah Kabupaten Kediri.

Acara yang dibuka Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khotib itu diikuti oleh perwakilan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Kediri. Dalam sambutannya, dokter Khotib -sapaan akrab dokter Ahmad Khotib- mengatakan, kegiatan sosialisasi SPGDT ini sebagai upaya mengantisipasi keadaan darurat akibat kecelakaan atau penyakit akut (mendadak). Karena itu diperlukan keterampilan dalam melakukan tindakan pertolongan pertama.

“Sosialisasi SPGDT dan pengenalan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk memberikan keterampilan melakukan tindakan pertolongan pertama di lingkungan pondok pesantren,” ujar Khotib yang memastikan acara berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (21/5/2025) hingga Kamis (22/5/2025).

Dia menjelaskan, SPGDT ini merupakan mekanisme untuk memberikan pertolongan pada korban bencana atau gawat darurat. Tujuannya untuk terhindar dari kematian atau pula kerusakan pada fungsi organ.

Sehingga produktivitasnya dapat dipertahankan setara sebelum kejadian bencana atau gawat darurat. Jika telah dilakukan tindakan pertolongan pertama maka bisa menghubungi layanan SPGDT nomor telepon 119. Petugas Public Safety Center (PSC) berada di dinkes memberikan layanan dalam waktu 24 jam akan datang untuk melakukan tindakan selanjutnya.

“Kita memberikan kemampuan pertolongan pertama pada orang terkena bencana atau gawat darurat, misalnya pertolongan terhadap orang yang mengalami tersedak, luka bakar, tergigit ular dan lainnya supaya tidak memperparah kondisi korban,” pungkasnya. (JP Radar Kediri – ik2/rq)

Scroll to Top