Dinkes Kabupaten Kediri

Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Adakan Pembinaan dan Monev Asman Toga di Desa Gedangsewu Pare

KABUPATEN KEDIRI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri adakan pembinanaan kelompok monitoring dan evaluasi asuhan mandiri (asman) tanaman obat keluarga (toga) dan akupresure Subur Makmur Desa Gedangsewu Kecamatan Pare wilayah Puskesmas Sidorejo Pare, pada Jumat (10/10/2025) pagi. Di kunjungan ini Dinkes Kabupaten Kediri berkoordinasi Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri.

Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khatib, M.Kes. melalui dr. Rahma Sari Dewi Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Kediri mengapresiasi adanya tanaman obat keluarga (toga) di Desa Gedangsewu Kecamatan Pare. “Terdapat 80 jenis toga yang ada di desa Gedangsewu dan kita apresiasi kegiatan ini karena telah berhasil memproduksi jamu tradisional yang sudah dikemas dalam botol.” Kata dr. Rahma.

“Tujuan diadakan kegiatan ini, kita ingin tahu pengembangan ketermanfaatan obat tradisional untuk warga di Desa Gedangsewu. Ini luar biasa ada 80 jenis toga bisa difungsikan untuk obat keluarga. Tanaman bisa diproduksi agar dikenal luas oleh masyarakat. Toga bisa difungsikan untuk pengobatan segala jenis penyakit dan masyarakat tidak tergantung pada obat kimiawi,” katanya.

dr. Rahma menilai dukungan dari Kepala Desa dan perangkat Desa Gedangsewu sangat bagus sehingga memberi semangat tim pkk dan kader Posyandu ataupun kader asman toga dalam mengembangkan fungsi dan manfaat toga bagi masyarakat. Khasanah obat tradisional ini harus banyak edukasi, sosialisasi dan promotif hingga bisa lebih fokus serta dikembangkan lebih luas oleh Pemdes Gedangsewu.

Ruslan Abdul Gani Kepala Desa Gedangsewu Pare menyambut baik dan menyampaikan terimakasih kepada tim Dinkes Kabupaten Kediri yang telah turun langsung memantau, membina dan melaksanakan monev tanaman toga di lahan yang ada, dengan mencapai 80 jenis toga. Ruslan akan terus mengembangkan dan mensosialiasasikan tanaman toga kepada masyarakat agar tahu fungsi dan manfaatnya besar bagi kesehatan.

“Sudah lama kita kembangkan di lahan Desa Gedangsewu ini. Ternyata setelah diolah manfaatnya banyak sekali bagi masyarakat. Ini termasuk jumlah tanaman toga yang sangat besar dan jarang ditemui di tempat lain. Semoga menjadi contoh bagi desa lain di wilayah Kabupaten Kediri,” ujarnya. (bak/adv dinas kesehatan Kabupaten Kediri)

Scroll to Top