KABUPATEN KEDIRI – Sebanyak 30 orang pelaku usaha UMKM Kabupaten Kediri yang sudah mendapatkan permohonan ijin edar PIRT di aplikasi OSS. Selasa (30/6/2026) pagi ikuti penyuluhan dan pelatihan keamanan pangan yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri di Vyantpro Studio & Cafe di Desa Paron Kecamatan Ngasem. Dari kegiatan pelatihan ini mereka akan mendapatkan sertifikat keamanan pangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khatib, M.Kes melalui Niken Dewi Pamikatsih Administrator Kesehatan Ahli Muda, selaku Ketua Tim Kerja Kefarmasian, Makanan dan Minuman Dinkes Kabupaten Kediri mengatakan, tujuan kegiatan ini digelar adalah membekali Informasi ke pelaku usaha UMKM Kabupaten Kediri tentang bagaimana cara memahami keamanan pangan dan memilih bahan pangan yang aman dan benar.
“Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan adalah lokasi produksi pangan yang benar-benar bersih dan higienis agar bisa menghindari cemaran yang dapat menimbulkan unsur racun. Kemudian bentuk kemasan dan pelabelan kemasan yang sesuai aturan yang ada. Untuk pelabelan masa kadaluarsa harus disertakan hal ini untuk mengetahui bahwa produk pangannya layak dan aman dikonsumsi,” katanya.
Ditambahkan Niken, adanya pelatihan pelaku usaha UMKM Kabupaten Kediri agar yang bersangkutan semakin memahami keamanan pangan yang mereka produksi dan sebelum produk pangan tersebut diproduksi. Dalam produksi pangan ini, petugas Dinkes yang sudah bersertifikasi akan meninjau lokasi produksi. Agenda kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dan sinergi Pemerintah Kabupaten Kediri utamanya Dinkes Kabupaten Kediri dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yang memfasilitasi secara gratis saat pelatihan ataupun saat tim Dinkes meninjau langsung ke lokasi produksi.
Sementara Ny. Fara Pahlevi warga Desa Punjul Kecamatan Plosoklaten seorang wirausaha bidang produksi permen tradisional mengapresiasi pelatihan keamanan pangan yang digelar Dinkes Kabupaten Kediri. Karena akan menambah wawasan dan pengetahuan lebih luas tentang pilihan bahan pangan aman dan berkualitas sebelum diproduksi.
“Tentu saya senang adanya kegiatan pelatihan ini. Karena untuk peningkatan kreativitas dan inovasi produksi UMKM yang saya kembangkan saat ini. Sehingga bisa meningkatkan omset produksi dan penjualan,” ujarnya. (bak – Memo)



