« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

SIDAK PANTI PIJAT OLEH TIM GABUNGAN DINAS KESEHATAN BERSAMA LINTAS SEKTOR DAN KEPALA UPTD PUSKESMAS


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 27 Oktober 2022.

Kabupaten Kediri – Tim Gabungan Dinas Kesehatan bersama Lintas Sektor terkait di wilayah Kabupaten Kediri yaitu SATPOL PP, DPMPTSP, Dinas Pariwisata, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Perkumpulan Asosiasi Para Pemijat Penyehatan Indonesia (P-AP3I) dan Kepala UPTD Puskesmas Ngasem, Gampeng, Papar, Pare, Bendo dan Badas. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khotib pada hari Kamis tanggal 20 Oktober 2022 mulai pukul 10.00 WIB sampai 13.00 WIB di 4 Panti Sehat/ Pijat  dan 2 orang Penyehat Tradisional di Desa Jongbiru Kecamatan Gampengrejo.

Tempat pertama yang dikunjungi yakni di Yanti Massage di Jalan Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem, kemudian dilanjutkan ke Panti Pijat D’Mango di Jalan Bagawan Tabari Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem, Penyehat Tradisional Desa Jongbiru Kecamatan Gampengrejo, Panti Pijat Sari Rejeki Jl Raya Papar Kecamatan Papar, dan Waskita Jl. Raya Badas Kecamatan Badas. “Sidak dilakukan untuk melaksanakan pembinaan dan pengawasan dalam penyelenggaraan layanan panti pijat baik sarana maupun terapisnya, agar mempunyai perizinan dan melakukan kegiatan atau pelayanan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 61 Tahun 2016”, jelas Kadinkes.

Pada saat sidak ditemukan Penyehat Tradisional yang sudah mempunya izin STPT (Surat Tanda Terdaftar Pengobat Tradisional), dan yang belum memiliki izin STPT serta yang tidak membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk). Tindak lanjut dari temuan tersebut dicantumkan dalam Berita Acara yang harus ditindaklanjuti oleh Penyehat Tradisional tersebut dengan didampingi Kepala UPTD Puskesmas setempat. “Bagi yang belum berizin agar segera melakukan koordinasi pengurusan izinnya di Dinas Kesehatan untuk izin terapisnya STPT dan DPMPTSP untuk izin sarananya siap memfasilitasi dalam pengurusan izinnya,” ujarnya. Selain terkait izin ditemukan juga praktik panti pijat yang dinilai kebersihannya kurang sehingga diberitahukan dan diimbau kepada yang bersangkutan agar melakukan hygiene sanitasi ditempat praktiknya.

Sidak juga melakukan pendataan Penyehat Tradisional yang bekerja di panti pijat tersebut untuk memastikan tidak ada yang berusia di bawah umur atau di bawah usia 17 tahun dan tidak melanggar norma susila. Kegiatan pembinaan dan pengawasan yang dilakukan ini bertujuan dalam rangka mewujudkan pelayanan Kesehatan tradisional empiris yang aman dan tidak bertentangan dengan norma yang berlaku sesuai pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris pasal 40.

(Bidang Pelayanan Kesehatan - Sub Koordinator Pelayanan Kesehatan Tradisional)




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF