« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

KABUPATEN KEDIRI MELUNCURKAN SRIKANDI BIRU UNTUK PENCEGAHAN STUNTING


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 28 Januari 2022.

      Indonesia saat ini dihadapkan pada beban ganda masalah gizi yaitu tingginya prevalensi stunting dan obesitas. Masalah tersebut lekat dengan kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal, infeksi berulang, kurangnya aktivitas fisik dan pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Berkaca pada permasalahan gizi di Indonesia yang begitu kompleks, tentunya tidak bisa diselesaikan oleh bidang kesehatan saja, karena hal ini merupakan permasalahan yang perlu peran serta dari lintas sektor dan dukungan semua mitra pembangunan. Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) tahun 2022 merupakan momentum upaya menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi. Hari Gizi Nasional Indonesia (HGN) Ke-62  mengangkat tema “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas.

      Sebagai upaya percepatan penanggulanagan stunting dan penurunan AKI-AKB di Kabupaten Kediri, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan TP-PKK Kab.Kediri pada 22 Desember 2021 meluncurkan program unggulan baru yang diberikan nama “SRIKANDI BIRU”. Sasaran utama program ini adalah calon pengantin berisiko, ibu hamil berisiko, hingga bayi berusia 2 tahun. Program ini nantinya akan mengambil peran dalam pemberian edukasi gizi kepada ibu hamil beserta keluarganya, memantau kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, memberikan motivasi bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan, melakukan pendampingan pemberian ASI-Eksklusif dan MP-ASI, serta pendampingan kasus stunting di wilayah Kabupaten Kediri. Program ini merupakan wujud nyata dukungan lintas sektor dalam upaya perbaikan gizi masyarakat di Kabupaten Kediri.

      Beban permasalahan gizi selanjutnya terjadi adalah obesitas. Dinas Kesehatan Kab.Kediri dalam upaya pencegahan dan penanggulangan obesitas di lingkungan kerja telah memiliki kegiatan yang rutin dilakukan yaitu, senam bersama, peregangan di tempat kerja yang dilakukan sebanyak dua kali dalam satu hari yaitu pukul 10.00 dan 14.00 dan pengukuran kebugaran pegawai menggunakan aplikasi SIPGAR (aplikasi pengukuran jasmani secara mandiri) yang juga melibatkan OPD lain sebagai upaya stimulasi kesadaran dalam melakukan aktivitas fisik. Sosialisasi dan dukungan dalam menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) juga senantiasa dilakukan kepada masyarakat luas baik secara langsung maupun melalui media sosial. Perbaikan gizi yang difokuskan pada 1000 HPK dan penerapan pola hidup sehat menjadi tonggak utama pembangunan kesehatan yang nantinya akan menjadi investasi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing. Selamat Hari Gizi Nasional Indonesia ke-62 “Gizi Seimbang, Keluarga Sehat, Negara Kuat”.

-Seksi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kab.Kediri

 




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF