Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

KELAS EDUKASI ASI EKSKLUSIF BAGI IBU HAMIL DI 4 (EMPAT) KOORDINATOR KECAMATAN SE-KABUPATEN KEDIRI




Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 27 April 2016.

Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan angka kesehatan masyarakat. Di negara berkembang, saat melahirkan dan minggu pertama setelah melahirkan merupakan periode kritis bagi ibu dan bayinya. Sekitar dua per tiga kematian terjadi pada masa neonatal.

Pada tahun 2015 di Kabupaten Kediri angka kematian bayi mencapai 7 (tujuh) per seribu kelahiran hidup, artinya setiap seribu kelahiran ada 7 (tujuh) bayi yang meninggal. Sementara kasus gizi kurang pada balita sebesar 0,62 persen. Kejadian ini sebenarnya dapat dicegah dengan tindakan yang relatif murah dan mudah diterapkan, salah satunya adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif segera setelah lahir.

Keuntungan pemberian ASI Eksklusif adalah bayi memperoleh kekebalan alami yaitu kolostrum, menjalin kasih sayang ibu dan anak, praktis, dapat meningkatkan berat badan bayi lahir rendah serta sangat ekonomis bagi keluarga tanpa harus membeli susu formula.

Ironisnya saat ini praktek pemberian ASI Eksklusif semakin menurun dan kesadaran masyarakat untuk memberikan ASI juga sangat memprihatinkan. Ditambah adanya hambatan yang dialami oleh ibu yaitu masih kurangnya dukungan dari keluarga, banyak ibu belum cukup dibekali tentang pengetahuan teknik menyusui yang benar, bagaimana mengelola ASI bagi ibu bekerja, budaya dan norma di lingkungan keluarga, rekan dan masyarakat umum yang kurang mendukung pemberian ASI.

Tidak kalah penting peran keluarga dalam pemberian ASI Eksklusif seperti suami, orang tua, mertua dan saudara. Keluarga seharusnya mengingatkan ibu untuk makan makanan bergizi dan cukup istirahat, menyimpan ASI saat ibu bekerja serta menciptakan suasana yang tenang dan damai, agar ibu menyusui tidak stress yang dapat mengganggu produksi ASI nya.

Pada saat ini semua puskesmas di Kabupaten Kediri telah memiliki tenaga konselor laktasi yang siap memberikan bantuan jika terdapat masyarakat yang mengalami kesulitan dalam hal menyusui. Bahkan terdapat pula konselor dari kalangan masyarakat sejumlah 2 (dua) orang, salah satunya dinobatkan sebagai Bunda ASI.

Dalam rangka menjawab permasalahan diatas maka diselenggarakan kegiatan Kelas Edukasi ASI eksklusif bagi ibu hamil secara estafet di 4 (empat) Koordinator Kecamatan (Korcam) yaitu Korcam Kediri di Lesehan Ayam Lodho Bu Antok Kecamatan Mojo pada tanggal 18 April 2016, Korcam Pare di Ruang Pertemuan Koramil Kecamatan Kandangan pada tanggal 19 April 2016, Korcam Ngadiluwih di Balai Desa Blabak Kecamatan Kandat pada tanggal 20 April 2016 dan Korcam Papar di Balai desa Minggiran pada tanggal 21 April 2016 dengan masing-masing sasaran sejumlah 40 orang ibu hamil trimester ke dua.

Dalam kegiatan Kelas Edukasi ASI Eksklusif bagi ibu hamil dibahas tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Manfaat ASI, teknik menyusui yang benar, pengelolaan ASI bagi ibu bekerja dan segala sesuatu yang berkaitan dengan ASI Eksklusif. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah memberikan bekal bagi ibu hamil agar lebih memantapkan diri untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya sampai dengan 6 (enam) bulan dan melanjutkan memberikan ASI sampai anak berusia 2 (dua) tahun agar tercipta generasi yang sehat dan handal dimasa depan.

(Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri). [SGI]




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF