Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN AEDES ALBOPICTUS (ASIAN TIGER MASQUITO)


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 27 Januari 2015.

Berdasarkan hasil temuan tim peneliti Universitas Indonesia (UI) yang dilakukan pada 2010 lalu didapatkan nyamuk yang mengalami mutasi gen. Nyamuk tersebut diberi nama latin Aedes albopictus yang memiliki ciri fisik lebih kecil dari pada Aedes aegypti sehingga memiliki kemampuan terbang lebih jauh. Ada baiknya kita mengetahui tentang nyamuk jenis ini karena diduga juga berperan dalam penyebaran beberapa jenis penyakit termasuk Demam Berdarah dan Chikungunya.

Ciri-ciri :

  1. Nyamuk ini berukuran kecil, memiliki garis hitam putih pada badan dan kaki
  2. Sering kali menggigit pada manusia dan juga hewan peliharaan.
  3. Nyamuk ini bisa ditemukan di dalam dan di luar ruangan tetapi sering kali ditemukan di luar ruangan
  4. Nyamuk ini bisa hidup di habitat alami seperti tanaman dan lubang pada pohon serrta habitat buatan berupa wadah yang berisi air untuk meletakkan telurnya.
  5. Setelah 4 atau 5 hari menghisap darah, nyamuk betina meletakkan telurnya di permukaan air dan apabila hujan turun maka telur tersebut akan menetas menjadi larva.
  6. Secara umum larva memakan organisme air, alga dan bagian dari hewan ataju tanaman yang berada di dalam wadah air tersebut.
  7. Siklus hidupnya berlangsung selama 7 – 9 hari, sedangkan masa hidup nyamuk dewasa berlangsung selama 3 minggu.
  8. Nyamuk ini memiliki kemampuan terbang di bawah 200 meter sehingga dipastikan telur nyamuk tersebut berada dalam jarak di bawah 200 meter.
  9. Aedes albopictus, bisa bertelur pada musim dingin di Negara yang memiliki 4 musim, tetapi bisa aktif sepanjang tahun di daerah tropis dan subtripis.

Masalah kesehatan yang bisa ditimbulkan :

Nyamuk ini bisa menyebarkan virus dengue chikungunya dan juga bisa menyebarkan virus : West Nile, Eastern equine encephalitis, Japanese encephalitis. Juga bisa menyebarkan parasite dog heartworm parasites.

Habitat :

Nyamuk ini meletakkan telurnya di sisi dalam wadah yang berisi air dan biasa terkait dengan tanaman di sekitar rumah. Larva dan nyamuk remaja banyak ditemukan di wadah yang berisi air seperti : ban, pot air, alas pot, vas bunga, keranjang, kaleng, dan wadah lain yang berisi air. Larva juga bisa ditemukan  di habitat alami seperti lubang pada pohon, lubang pada batu, bamboo dan pangkal daun.

Pola gigitan :

Aedes albopictus sangat agresif menggigit pada siang hari dan sangat cepat sehingga mudah lolos dari tangkapan. Nyamuk ini biasanya menggigit pada mamalia termasuk manusia, binatang liar dan burung.

Pengendalian nyamuk

  1. Ganti air dalam tempayan, vas-vas bunga, kolam mandi tiap-tiap minggu dan bersihkanlah hingga bersih sebelum mengisi air yang baru
  2. Buanglah air dari piring-piring alas vas bunga seminggu sekali dan gosok itu hingga bersih untuk memusnahkan telur nyamuk
  3. Tutup semua bekas menyimpan air dengan rapat untuk mencegah nyamuk daripada bertelur
  4. Bekas yang tidak digunakan hendaklah dikumpulkan dan dibuang ke dalam tong sampah atau ditanam
  5. Periksa saluran atap rumah seminggu sekali untuk membersihkan daun yang menghalangi air mengalir
  6. Masukkan garam sebanyak 2 sendok teh ke dalam perangkap semut untuk mencegah pembiakan nyamuk
  7. Peliharalah ikan di dalam tangki besar karena akan memakan jentik-jentik.
  8. Masukkan obat pembunuh jentik-jentik (menurut kadar yang betul) ke dalam semua bekas penyimpanan air, tiga bulan sekali.

Larva and Pupa of the Asian Tiger Mosquito, Aedes albopictus (Skuse). Photograph by Michele M. Cutwa, University of Florida.

Diadopsi dari National Center for Emerging and Zoonotic Infectious Diseases, Division of vector-Borne Diseases, Dengue Branch (www.cdc.gov). [SGI]

 




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF