Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

LINDUNGI ANAK ANDA DARI POLIO!!!! DAPATKAN IMUNISASI POLIO PADA PEKAN IMUNISASI NASIONAL (PIN) POLIO TANGGAL 8-15 MARET 2016




Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 20 Januari 2016.

(Seksi Pengamatan Penyakit dan Imunisasi) - Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling cost-effective serta berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Imunisasi tidak hanya melindungi seseorang tetapi juga masyarakat dengan memberikan perlindungan komunitas atau yang disebut dengan herd immunity.

Program pencegahan penyakit polio melalui pemberian imunisasi polio tetes dimulai pada tahun 1980. Setelah di laksanakannya PIN polio tiga tahun berturut-turut pada tahun 1995, 1996 dan 1997, virus polio luar asli Indonesia (indigenous) sudah tidak ditemukan lagi sejak tahun 1996. Namun pada tanggal 13 Maret 2005 ditemukan kasus polio di Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kasus polio tersebut disebabkan oleh virus polio yang berasal dari Negara lain dan berkembang menjadi KLB yang menyerang 305 orang dalam kurun waktu 2005 sampai 2006. KLB ini tersebar di 47 kabupaten/kota di 10 provinsi. Setelah dilakukan pemberian imunisasi polio secara masal, KLB dapat ditanggulangi sepenuhnya. Kasus polio terakhir di temukan pada tanggal 20 Februari 2006 di Aceh Tenggara, Nanggroe Aceh Darussalam. Sejak saat itu hingga sekarang tidak pernah lagi ditemukan kasus Polio.

Pada bulan Mei 2012 Sidang Kesehatan Dunia menetapkan bahwa pemberantasan polio adalah salah satu isu kedaruratan kesehatan masyarakat dunia dan perlu disusun suatu strategi menuju Dunia Bebas Polio. Pemberantasan penyakit polio di dunia akan memberi keuntungan jangka panjang. Biaya yang dikeluarkan untuk mencapai Dunia Bebas Polio tidak seberapa dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh karena tidak akan ada lagi anak-anak yang menjadi cacat karena polio.

Indonesi bersama dengan negara-negara anggota WHO lainnya di regional Asia Tenggara sudah dinyatakan bebas polio pada 27 Maret 2014. Sementara itu, masih ada negara lain yang belum bebas polio yaitu Afganistan, Pakistan dan Nigeria. Meskipun kasus polio sudah lama tidak ditemukan di Indonesia namun berdasarkan hasil analisa para ahli, Indonesia dikategorikan berisiko tinggi untuk terjadi penularan virus polio dari negara lain. Analisa para ahli tersebut didasarkan pada data yang menunjukkan cakupan imunisasi polio dosis ke empat nasional telah melebihi 90% namun tidak merata di seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Dengan demikian, para ahli merekomendasikan agar dilaksanakan PIN Polio pada balita (anak usia 0-59 bulan) untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi seluruh anak terhadap virus polio.Langka h tersebut sejalan dengan upaya mempertahankan eradikasi polio di Indonesia mewujudkan Dunia Bebas Plio.

PIN Polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada balita tanpa memandang status imuisasi polio sebelumnya. Tujuan PIN polio antara lain mengurangi risiko penularan virus polio yang datang dari negara lain, memastikan tingkat kekebalan masyarakat terhadap penyakit polio cukup tinggi dan memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada balita terhadap kemungkinan munculnya kasus polio. Untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi seluruh anak terhadap virus polio, dibutuhkan cakupan yang tinggi (minimal 95%) dan merata.

Kegiatan PIN Polio akan dilaksanakan selama satu pekan pada tanggal 8 sd 15 Maret 2016 di seluruh provinsi di Indonesia kecuali Daerah Istimewa Yogyakarta. Imunisasi polio tambahan ini dapat diperoleh di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Rumah Sakit, Klinik swasta, Pos Pin serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Mengingat pentingnya kegiatan PIN Polio, diperlukan komitmen dan upaya serius dari pemerintah, pusat maupun daerah, lintas sektor terkait serta tenaga kesehatan di lapangan. Salah satu upaya untuk mensukseskan kegiatan ini adalah dengan mensosialisasikan PIN Polio seluas-luasnya kepada masyarakat. Kami harap melalui upaya tersebut status eradikasi polio di Indonesia dapat dipertahankan dan Indonesia dapat berkontribusi dalam mewujudkan Dunia Bebas Polio.

Di Kabupaten Kediri sudah melaksanakan persiapan PIN Polio ini sejak jauh-jauh hari. Pada Bulan Oktober s/d Desember 2015, dilakukan Sosialisasi kepada petugas Puskesmas, para Pengambil Keputusan (Stake holder), Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM), organisasi profesi serta mulai dilakukan sosialisasi ke masyarakat luas awal tahun ini. Organisasi kemasyarakatan seperti Tim Penggerak PKK, Muslimat NU dan Aisiyah ikut berperan serta dalam mensosialisasi kegiatan PIN Polio ini. Sekitar 120 ribu balita di Kabupaten Kediri diharapkan semua akan mendapatkan imunisasi tetes polio ini. Sebanyak 1.758 pos PIN akan memberikan pelayanan imunisasi selama pekan imunisasi ini berlangsung. [SGI]

Bawalah Balita anda ke Pos PIN terdekat pada tanggal 8 s/d 15 Maret 2016 untuk mendapatkan imunisasi Polio.




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF