Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

RAPAT KOORDINASI TEKNIS KESGA DAN GIZI DALAM RANGKA MENYONGSONG SDG'S DENGAN GERAKAN PEDULI KELUARGA (GARPU)




Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 27 Desember 2015.

Rapat Koordinasi Teknis Kesga dan Gizi se - Kabupaten Kediri dalam Rangka Menyongsong SDG’s dengan Gerakan Peduli Keluarga (GARPU) yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Kediri pada tanggal 2 Desember 2015 dihadiri sekitar 185 peserta yang terdiri dari Lintas Sektor diantaranya Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Ketua IBI Cabang Kabupaten Kediri, BPPKB, Bapeda, BPMPD, Disdikpora, Kemenag, Infokom, dan 2 institusi Pendidikan Bidan, peserta dari lintas Program, Kabid Yanmedik dan Kefarmasian dan Kabid Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, serta peserta dari 37 Puskesmas Kabupten Kediri yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator, Petugas Gizi dan Petugas ARU, sebagai narasumber Kabid Yankes Dinas Kesehatan Provinsi Jawatimur, dr. Herlin Feliana, M.Kes dan Kabid PPKM Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur drg. Inna Mahanani, M.Kes.

“Sesuai dengan nuansa desentralisasi, dimana kewenangan untuk melaksanakan program kesehatan ibu, bayi, balita dan keluarga berencana telah diberikan kepada daerah, maka daerah memegang peranan penting dan merupakan suatu kesatuan yang strategis dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi serta penanggulangan gizi kurang dan stunting di wilayahnya. Untuk itu sebagai terobosan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri melalui Gerakan Peduli Keluarga, disingkat GARPU yang bekerjasama dengan semua lini di masyarakat maupun di Pemerintah berusaha melakukan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui program 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) dan Continum of Care sebagai kegiatan prioritas yang cost efective dan mempunyai dampak langsung terhadap penurunan jumlah kematian ibu dan bayi serta penanggulangan gizi kurang dan stunting.” Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.

Acara ini dimeriahkan oleh UPTD Puskesmas Wates (Puskesmas PONED) yang menampilkan drill emergency dalam penatalaksanaan penanganan pertama pada pasien PRE Eklampsi sebelum dirujuk. Peserta undangan dibuat terkesima oleh penampilan Puskesmas PONED ini. Pada acara ini terdapat 2 diskusi panel, untuk panel pertama dimoderatori dr. A. Nugroho, PL, M.Kes selaku KABID Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri materi yang dibahas yang pertama adalah Terobosan Kabupaten Kediri dalam Menyongsong SDG’s yang disampaikan oleh dr. Adi Laksono selaku Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kediri, diikuti materi Kebijakan Penurunan AKI dan AKB di Jawa Timur Pasca MDG’s 2015 yang disampaiakan oleh dr. Herlin Feliana, M.Kes selaku Kabid Yankes Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dan Materi Kebijakan Program Gizi dalam Menyosongsong SDG’s selaku Kabid PPKM Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menutup diskusi panel pertama. Untuk diskusi panel yang kedua pengalaman-pengalaman puskesmas dalam upaya penurunan AKI dan AKB. Selanjutnya disusun Rencana Tindak Lanjut yang akan dilaksanakan puskesmas dalam 1 tahun.

GARPU di Kabupaten Kediri dilaksanakan mulai tahun 2013 dengan Surat Edaran Bupati nomor 444/114/418.48/2014 dengan melibatkan seluruh lintas sektor antara lain :

  1. Tingkat Kecamatan
  1. Memberikan pembinaan dan mengembangkan posyandu yang ada di wilayahnya
  2. Memberikan pembinaan dan pengembangan desa P4K ( Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi )
  3. Mengetahui dan memantau balita gizi buruk, ibu hamil resiko tinggi yang ada di wilayahnya
  4. Menggerakkan masyarakat dalam kegiatan bulan timbang dan Gerakan Peduli Keluarga yang diagedankan pada bulan Februari stiap tahun menjelang Hari Jadi Kabupaten Kediri
  1. Jajaran Kesehatan
  1. Pemberi layanan Kesehatan Pemerintah wajib memberikan pelayanan pada calon pengantin berupa imunisasi dan konseling gizi pada ibu hamil serta memberikan surat keterangan sehat
  2. Pemberi layanan Kesehatan baik Pemerintah maupun Swasta wajib melakukan ANC (Antenatal Care) terpadu kepada ibu hamil
  3. Pemberi layanan Kesehatan baik Pemerintah maupun Swasta melakukan deteksi dini bayi dan balita yang diduga mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan serta ibu hamil yang resiko tinggi
  4. Pemberi layanan Kesehatan baik Pemerintah maupun Swasta mengirimkan data balita gizi buruk dan data ANC (Antenatal Care) ibu hamil melalui SMS Gateway dengan format yang sudah ditentukan ke Nomor : 08573500124
  5. Pemberi layanan Kesehatan baik Pemerintah maupun Swasta mengirimkan dan melaporkan data gizi buruk serta kematian ibu dan bayi dalam 1 x 24 jam ke Kecamatan dan Dinas Kesehatan
  1. Tingkat Pendidikan Sekolah
  1. Pada tingkat Pendidikan Tingkat Lanjutan (SMP/MTs dan SMA/MA/SMK) memberikan Tablet Tambah Darah mandiri pada peserta didik putri
  2. Melakukan pemantauan status gizi anak sekolah secara berkala
  3. Jajaran pondik Pesantren Putri melakukan pemberian Tablet Tambah Darah mandiri serta pemantauan status gizi secara berkala
  1. Jajaran Kementrian Agama
  1. Untuk bekerjasama dengan jajaran kesehatan di wilayah kecamatan dalam pembinaan Calon Pengantin (Catin)
  2. Wajib memberikan Konseling pernikahan pada Calon Pengantin (Catin)
  3. Memberikan motivasi dan pembinaan pada tingkat pendidikan lanjutan (MTS & MA) serta Pondok Pesantren Putri dalam hal Kesehatan Reproduksi
  1. Organisasi Masyarakat ( TP PKK, Fatayat NU, Muslimat NU, Aisiyah )
  1. Memotivasi masyarakat terutama calon pengantin memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan (Puskesmas) guna mendapat surat keterangan sehat, imunisasi, konseling gizi serta kesehatan ibu dan anak
  2. Menyarankan ibu hamil nmemeriksakan kehamilannya minimal 4 kali serta memiliki buku KIA dan memahaminya
  3. Menyarankan ibu hamil untuk nantinya memberikan ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan
  4. Menyarankan keluarga yang mempunyai bayi dan balita hadir di posyandu untuk dipantau pertumbuhannya dengan dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badannya serta dievaluasi status gizinya
  5. Masyarakat dibantu kader posyandu wajib melakukan dan melaporkan hasil kegiatan posyandu serta pendampingan pada ibu hamil secara berjenjang.



Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF