Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

KEBERHASILAN PENURUNAN AKI DAN AKB KABUPATEN KEDIRI


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 26 Desember 2015.

Tanggal 8 Desember merupakan moment bersejarah kali ke-2 bagi Kabupaten Kediri, dimana sejarah telah menorehkan kembali kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat. Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional yang ke-51 Provinsi Jawa Timur dr. Adi Laksono, MMRS mewakili Bupati Kediri menerima tanda Penghargaan berupa : Komitmen Pemerintah Daerah dalam Penurunan AKI & AKB.

Kejadian kematian ibu dan bayi yang terbanyak pada saat persalinan, pasca persalinan  dan hari hari pertama kehidupan bayi masih menjadi tragedi yang terus terjadi di negeri ini. Untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir diperlukan upaya dan inovasi baru, tidak bisa dengan cara – acar biasa. Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir harus melalui jalan yang terjal. Terlebih kala itu dikaitkan dengan target Millenium Development Goals (MDG’s) 2015, yakni menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) menjadi 23 per 100.000 kelahiran hidup yang harus dicapai.

Menurut hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, penyebab langsung kematian ibu hampir 90 persen terjadi pada saat persalinan dan segera setelah persalinan. Sementara itu, resiko kematian ibu juga makin tinggi akibat adanya faktor keterlambatan, yang menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu. Ada tiga resiko keterlambatan, yaitu terlambatmengambil keputusan untuk dirujuk (termasuk terlambat mengenali tanda bahaya), terlambat sampai di fasilitas kesehatan pada saat keadaan darurat dan terlambat memperoleh pelayanan yang memadai oleh tenaga kesehata. Sedangkan pada bayi, dua pertiga kematian terjadi pada masa neonatal (28 hari pertama kehidupan). Penyebab terbanyak adalah bayi berat lahir rendah dan prematuritas, asfiksia (kegagalan bernafas spontan) dan infeksi.

Kesehatan ibu, bayi, balita dan keluarga berencana merupakan salah satu fokus utama pembangunan kesehatan yang tertuang dalam RPJMN tahun 2015 – 2019. Kita patut bersyukur bahwa dalam 3 tahun terakhir AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) di Kabupaten Kediri telah turun, hal ini menandakan akses dan kualitas dalam pelayanan kesehatan semakin membaik, walaupun data AKI di Jawa Timur pada dua tahun terakhir cenderung stagnan pada kisaran 97/100.000 KH. Di Kabupaten Kediri jumlah kematian ibu pada tahun 2014 sebanyak 17 kematian dan saat ini sampai dengan November 2015 kita harus bekerja keras karena kematian ibu sudah mencapai 12 .

Sedangkan untuk Angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Kediri sudah memenuhi harapan Nasional, tahun 2014 sebanyak  203 (8/1.000 KH) dan sampai dengan bulan September tahun 2015 sebanyak 138 (7/1.000 KH).

Keberhasilan percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pelayanan kesehatan namun juga kemudahan masyarakat menjangkau pelayanan kesehatan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), bayi dan balita. Upaya- upaya yang telah dilakukan dalam penurunan AKI dan AKB adalah sebagai berikut:

  1. Masyarakat
  1. Desa P4K (Program Perencanaan Penanganan Persalinan dan Komplikasi) merupakan suatu kegiatan yang difasilitasi oleh bidan di desa khususnya, dalam rangka peran aktif suami, keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menhadapi komplikasi bagi ibu hamil, termasuk perencanaan penggunaan KB pasca persalinan dengan menggunakan stiker sebagai media notifikasi sasaran dalam rangka meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir.Sesuai dengan komponen desa P4K yaitu Penandaan, Tabulin dan Dasolin, Ambulan Desa dan Donor Darah. Kegiatan tersebut hampir ada disemua desa walaupun ada beberapa yang jalannya tidak begitu bagus.
  2. Kelas Ibu Hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu – ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular
  3. Gebrak (Gerakan Amankan Persalinan dan Kehamilan) merupakan Pendampingan Ibu Hamil Resiko Tinggi oleh Mahasiswa Kebidanan. Tugas mahasiswa adalah melakukan konseling, mengingatkan ibu untuk periksa ke Nakes, mengingatkan ibu untuk minum tablet tambah darah, mengenal tanda bahaya ibu hamil sampai nifas dan melakukan konsultasi dengan bidan didesa apabila terjadi resiko tinggi. Institusi yg terlibat Akbid Poltekes Malang di Kediri, Akbid Dharma Husada, Stikes Karya Husada, Stikes Bhakti Mulia dan , Akbid Pamenang. Pendampingan dilaksanakan di 10 Puskesmas karena prinsipnya pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa tidak memberatkan artinya ibu hamil yang didampingi di usakan dekat dengan rumah atau lokasi mahasiswa.
  4. Refresing Deteksi Resiko Tinggi Ibu Hamil Oleh Kader.
  5. Edaran  Bulan Timbang dan Peduli Keluarga
  6. Suatu edaran tersebut untuk percepatan penurunan AKI dan AKB yang melibatkan semua lintas sektor dengan pelaksanaan dibulan Pebruari dan Agustus. Kegiatannya diantaranya pemeriksaan seluruh ibu hamil dan pemberian vit A. Didalam Edaran tersebut menyebutkan peran dari seluruh eleman masyarakat dan lintas sektor.
  7. Pada bulan Nopember nanti akan ada lomba Desa Peduli keluarga

  1. Tenaga Kesehatan
  1. SMS Gateway : Semua ibu hamil tercatat dan mendapat pantauan (evaluasi) pada setiap pemeriksaan kehamilan
  2. Mobile ANC terpadu (Tim ANC terpadu mendatangi sasaran/ mendekatkan pelayanan)
  3. KB Pasca Salin adalah upaya nakes untuk melakukan KB pada ibu sebelum masa nifas berakhir
  4. Kegiatan Rutin Lainnya



Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF