Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

SOSIALISASI INTRODUKSI IPV BAGI PETUGAS PUSKESMAS DI KABUPATEN KEDIRI




Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 23 Oktober 2015.

Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat cost ef-fective. Banyak kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Eradikasi polio secara global akan memberi keuntungan secara finansial. Biaya jangka pendek yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan eradikasi tidak akan seberapa dibanding dengan keuntungan yang akan didapat dalam jangka panjang. Tidak akan ada lagi anak-anak yang menjadi cacat karena polio sehingga biaya yang diperlukan untuk rehabilitasi penderita polio dan biaya untuk imunisasi polio akan dapat dihemat.

Pada bulan Mei 2012, World Health Assembly (WHA) mendeklarasikan bahwa eradikasi polio adalah salah satu isu kedaruratan kesehatan masyarakat dan perlu disusun suatu strategi menuju eradikasi polio (Polio Endgame Strategy). Indonesia telah berhasil menerima sertifikasi bebas polio bersama dengan negara anggota WHO di South East Asia Region (SEAR) pada bulan Maret 2014. Untuk mempertahankan keberhasilan tersebut dan untuk melaksanakan strategi menuju eradikasi polio di dunia, Indonesia akan melakukan beberapa rangkaian kegiatan yaitu Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, penggantian vaksin trivalent Oral Polio Vaccine (tOPV) ke bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV) dan introduksi Inactivated Polio Vaccine (IPV). Pada akhir tahun 2018 diharapkan penyakit polio telah berhasil dihapus dari seluruh dunia.

Berdasarkan laporan dari provinsi, cakupan imunisasi Polio4 telah melebihi 90% namun tidak merata di seluruh provinsi. Apabila dibandingkan dengan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, cakupan imunisasi rutin Polio4 adalah 77%. Selain itu, kinerja surveilans AFP juga menunjukkan  penurunan di beberapa wilayah sehingga tidak sensitif.

Data dari surveilans AFP tahun 2011 sampai 2014 menunjukkan bah-wa 20% kasus non polio AFP tidak mendapatkan imunisasi polio lengkap. Gambaran ini serupa dengan keadaan pada tahun 2005 pada saat terjadi KLB polio di Indonesia. Selain itu, berdasarkan penilaian risiko yang dilakukan oleh WHO tahun 2011 sampai 2014, Indonesia dinyatakan berisiko tinggi terhadap importasi virus polio dan Komite Penasehat Ahli Imunisasi (ITAGI) merekomendasikan Indonesia untuk melaksanakan kegiatan PIN Polio.

Sebagai langkah awal kegiatan eradikasi polio Kabupaten Kediri melalui Seksi Pengamatan Penyakit dan Imunisasi Dinas Kesehatan melakukan kegiatan sosialisasi introduksi IPV bagi petugas puskesmas pada tanggal 20 Oktober 2015 bertempat di Kilisuci Ballroom Hotel Grand Surya Kediri, Jl. Dhoho 95 Kediri. 

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Adi Laksono, MMRS. Dalam kesempatan tersebut beliau mengungkapkan pentingnya persiapan yang matang dan koordinasi yang baik demi mensukseskan pencapaian eradikasi Polio terutama di wilayah Kabupaten Kediri. Peserta dari acara ini terdiri dari Kepala Puskesmas, Bidan Koordiator dan Koordinator Imunisasi se-Kabupaten Kediri. 

Kegiatan sosialisasi introduksi IPV bagi petugas puskesmas ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan peran serta Puskesmas dalam kegiatan introduksi IPV. Ibu Wahyu Wulandari, SKM., M.Kes., salah satu narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, berkesempatan memberikan materi pertama yang dilanjutkan oleh Narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan dari Komda KIPI Kabupaten Kediri.

Materi yang diberikan diantaranya Kebijakan program Imunisasi rutin, serta sosialisasi vaksin IPV sbg salah satu  strategi End Game Polio. Safety Injection IPV,  Multiple injection vaksin IPV dan pentavalen, serta probabilitas KIPI PIN polio 2016. Strategi operasional pelaksanaan  PIN Polio 2016 dan Strategi Operasional switching tOPV ke bOPV, serta pengelolaan vaksin IPV.

Semoga dengan adanya sosialisasi introduksi IPV dapat mensukseskan pencapaian eradikasi Polio dunia terutama di wilayah Kabupaten Kediri. (Seksi Pengamatan Penyakit dan Imunisasi). [SGI]




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF