Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

REVITALISASI POSYANDU TAHUN 2014


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 14 Januari 2015.

Dalam meningkatkan peran serta kader posyandu melayani masyarakat menekan tingkat kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan bersama Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar kegiatan Revitalisasi Posyandu yang diikuti 766 kader se-Kabupaten Kediri di kawasan SLG (Simpang Lima Gumul). Rabu (8/10/2014)

Salah satu wujud nyata dan peran serta masyarakat dalam peningkatan dan pemeliharaan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan status gizi masyarakat adalah dengan adanya Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan yang juga berasal dari masyarakat, dikelola oleh masyarakat dan untuk masyarakat memiliki kegiatan utama yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengatakan angka kematian ibu yang ada di Kabupaten Kediri. “Pada tahun 2012 jumlah kematian ibu  sebesar 37 kematian. Pada tahun 2013 terjadi penurunan yang tidak begitu signifikan yaitu sebesar 34 kematian. Sedangkan pada tahun 2014 sampai dengan bulan September lalu, kematian ibu  mengalami penurunan yang sangat tajam yaitu 10 kematian. Patut kita syukuri walaupun masih perlu upaya dan kerja keras untuk mencapai angka NOL.”

Menurut beliau, upaya pemenuhan gizi pada bayi agar dapat tumbuh secara optimal menjadi generasi yang sehat dan cerdas melalui pemberian ASI Eksklusif, jadi kepada ibu-ibu yang menyusui untuk menggunakan ASI Eksklusif. Selain itu, ASI juga mengandung zat yang berfungsi sebagai antibody yang sangat bermanfaat untuk kekebalan tubuh anak. Zat antibody ini tidak akan didapatkan dari susu pabrik. tambah dr. Haryanti Sutrisno.

“Melalui revitalisasi posyandu diberharap, kader-kader posyandu akan lebih meningkatkan perannya dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Diantaranya dengan melakukan deteksi dini dan memantau perkembangan risiko tinggi pada ibu hamil. Juga mendata dan menyampaikan informasi kepada ibu hamil baru. Memotivasi ibu hamil agar diperiksa secara rutin, dan memberi pemahaman bahwa ibu yang sehat akan melahirkan bayi yang sehat.” [SGI]




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF