Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

PENILAIAN KINERJA PENURUNAN STUNTING TERINTEGRASI DI KABUPATEN KEDIRI


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 30 Agustus 2019.

“Selamat ya, Kabupaten Kediri hebat.. New Comer tapi mampu meraih peringkat III” ucap drg. Sulvy Anggraeni, M.Kes Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur pada Rapat Kerja Penilaian Kinerja Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting terintegrasi Kabupaten / Kota Propinsi Jawa Timur tahun 2019. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2019 di Aula Yasa Husada Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur.

KABUPATEN KEDIRI PERINGKAT III TERBAIK PENILAIAN KINERJA UPAYA PENURUNAN DAN PENANGANAN STUNTING SE JAWA TIMUR TAHUN 2019

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Kediri merupakan kabupaten ke 12 (dua belas) di Jawa Timur yang ditunjuk menjadi kabupaten lokus stunting tahun 2019 oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Pembangunan Nasional sedangkan pada tahun 2018 telah di tunjuk 11 Kabupaten / Kota yaitu Kabupaten Malang, Trenggalek, Probolinggo, Bondowoso, Nganjuk, Jember, Lamongan, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep sebagai Kabupaten Lokus Stunting di Jawa Timur terlebih dahulu. Namun pada penilaian kinerja tahun 2019 tidak ada pertimbangan perbedaan waktu pelaksanaan kegiatan.

Panelis / Juri pada kegiatan ini berasal dari Badan Perencanaan Pembangunan Propinsi Jawa Timur, jajaran Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur, perwakilan pendamping dari Kementerian Dalam Negeri dan perwakilan dari World Bank. Fokus penilaian adalah pelaksanaan Aksi 1 sampai dengan Aksi 4 Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi yaitu Aksi 1. Analisa Situasi, Aksi 2. Penyusunan Rencana Kegiatan, Aksi 3. Rembuk Stunting dan Aksi 4. Peraturan Bupati tentang Peran Desa. Keempat Aksi tersebut telah dilaksanakan dengan baik di Kabupaten Kediri berkat dukungan penuh dari Ibu Bupati dan Satuan Kerja terkait di Kabupaten Kediri sampai dengan tingkat desa.

Tim dari Kabupaten Kediri terdiri dari Bappeda sebagai perencana kegiatan sekaligus leading sektor kegiatan upaya pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi, DPMPD sebagai wakil Satuan Kerja pendukung dan Dinas Kesehatan sebagai tempat kegiatan. Proses penilaian diawali dengan melakukan paparan kegiatan oleh Dinas Kesehatan dengan alat bantu poster dengan judul “Pemerintah Kabupaten Kediri Melalui Garpu (Gerakan Peduli Keluarga) berkomitmen menurunkan Stunting” yang merupakan rangkuman kegiatan aksi 1 sampai dengan aksi 4, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab dengan panelis yang dijawab oleh tim secara bergantian untuk saling melengkapi sesuai dengan peran masing-masing.

Pada proses penilaian ini Kabupaten Kediri memaparkan Gerakan Peduli Keluarga ( Garpu ) dengan kegiatan unggulan berupa inovasi yang tidak dimiliki oleh kabupaten lain yaitu Sarasehan dan Rembuk Stunting sampai tingkat desa (10 desa lokasi khusus stunting) dengan tujuan untuk mengkonvergensikan kegiatan melalui penggunaan dana desa. Adapun 10 (sepuluh) Desa Lokus Stunting yang dimaksud adalah Desa Tertek Kecamatan Pare, Desa Bulusari Kecamatan Tarokan, Desa Kwaron Kecamatan Papar, Desa Nambaan, Desa Dawung, Desa Ringinrejo, Desa Susuhabango Kecamatan Ringinrejo, Desa Ringinpitu Kecamatan Plemahan, Desa Kebonrejo Kecamatan Kepung dan Desa Mangunrejo Kecamatan Ngadiluwih.

Kegiatan inovasi di Kabupaten Kediri yang mendukung upaya pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi yang lain adalah Bulita Cetar (Ibu Balita Cerdas, Sehat dan Pintar), Buku KIA lestari,, Lumbung Pitutur Paes Manten, KPM (Kader Pembangunan Manusia) di Desa Lokus, Germas dengan Pemanfaatan Daun Kelor, Wirausahawan Jamban, Komunikasi Perubahan Perilaku pada O-KPK (Organisasi Kader Penyuluh Kesehatan), Kelas Parenting pada Keluarga yang mempunyai anak PAUD, dan yang tidak kalah menariknya adalah GAS POLS (Gerakan menurunkan AKI, AKB dan Stunting bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Kesehatan, Organisasi Profesi dan Organisasi Masyarakat serta lintas sektor) untuk menyongsong Kabupaten Kediri sebagai Lokus AKI dan AKB selain sebagai lokus stunting.

Tepuk tangan dari yang hadir menandai berakhirnya sesi penilaian untuk Kabupaten Kediri dan setelah tim kembali ke tempat beberapa Kabupaten / Kota bergabung untuk saling bertukar pengalaman terkait pelaksanaan kegiatan sambil menunggu pengumuman hasil. Dan akhirnya Kabupaten Kediri berhasil menjadi peringkat III Penilaian Kinerja terbaik setelah Kabupaten Lamongan sebagai Peringkat II dan Kabupaten Trenggalek sebagai Peringkat I. Semoga hasil ini menjadi awal yang baik untuk penilaian kinerja serupa untuk Aksi 1 sampai dengan Aksi 8 pada bulan Agustus 2020. (Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi)

Masyarakat Sehat, Kabupaten Kediri Kuat. © SGI-2018




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF