Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

PERINGATAN HARI GIZI NASIONAL KE-59 "MARI KITA BANGUN GIZI MASYARAKAT KITA AGAR SEHAT DAN BERPRESTASI"


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 06 Februari 2019.

Bertepatan dengan tanggal 25 Januari, PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi) Kabupaten Kediri bekerja sama dengan PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menggelar acara bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-59. Bakti sosial kali ini berupa pemeriksaan laboratorium yang kemudian dilanjutkan dengan konsultasi gizi. Masyarakat  yang sudah rutin mengikuti senam massal tiap minggu pagi di Area Simpang Lima Kediri, tepatnya di depan gedung Bank Daerah, pada hari Minggu, 3 Februari 2019 mereka bisa menikmati layanan tersebut secara gratis. Antusiasme masyarakat terlihat dengan membludaknya pengunjung yang ingin mendapatkan pemeriksaan laborat dan sekaligus konseling gizi, sehingga panitia harus menambah tempat duduk untuk dapat melaksanakan konsultasi secara nyaman.

Hari Gizi Nasional Tahun 2019 ini mempunyai  tema “Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi” dengan slogannya “Gizi Seimbang Prestasi Gemilang”. Gizi merupakan faktor yang sangat penting dalam membentuk Sumber Daya Manusia yang handal dan berprestasi. Gizi yang baik akan membuat pertumbuhan dan perkembangan kita dan anak anak kita menjadi optimal, dan sebaliknya gizi yang tidak tercukupi dengan baik akan menimbulkan masalah. Masalah kekurangan gizi terutama pada masa janin dan balita akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan seseorang di kemudian hari. Anak akan mengalami hambatan dalam hal perkembangan dan kemampuan berfikirnya juga akan menurun. Hal tersebut tentu berdampak besar pada prestasi dan produktifitasnya. Masalah gizi bukan hanya kekurangan gizi, kelebihan gizi juga merupakan masalah gizi yang sekarang banyak muncul di masyarakat akibat pola makan dan pola hidup yang kurang sehat. Kedua masalah gizi tersebut yang lebih dikenal dengan istilah “masalah gizi ganda” menjadi faktor pemicu munculnya berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes mellitus, jantung, hiperlipidemia dan sebagainya.

Pada peringatan hari gizi kali ini, panitia yang di wakili oleh Ibu Eny Soehartini, SKM, MM selaku Ketua PERSAGI Kabupaten Kediri manyampaikan bahwa dari 146 orang pengunjung yang dilakukan pemeriksaan laborat hasilnya 21% mempunyai kadar gula darah acak diatas batas normal dan 48% mempunyai kadar asam urat diatas batas normal. Hal tersebut cukup menjadi gambaran bahwa kesadaran masyarakat kita terhadap pentingnya pola hidup sehat dengan gizi seimbang masih kurang, oleh karena itu perlu ada upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan mensosialisasikan tentang gizi seimbang. Gizi seimbang dapat dilihat dari “ISI PIRINGKU”, dimana isi piringku menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50% buah dan sayur, dan 50% sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein. Sebagai contoh, dalam sekali makan siang ±700 kalori terdiri dari  150 gr nasi, 75 gr protein hewani, 100 gr protein nabati, 150 gr sayuran dan 150 gr buah. Selain itu juga dianjurkan untuk membatasi gula, garam dan lemak dalam konsumsi sehari-hari, minum air putih yang cukup, aktifitas fisik minimal 30 menit per hari dan rutin melakukan pengukuran tinggi dan berat badan.

Hari gizi bukan sekedar momentum akan tetapi merupakan peringatan bagi kita semua bahwa gizi turut berperan penting dalam kehidupan kita. Terlebih sebagai manusia yang hidup dan membutuhkan makan, maka peringatan hari gizi adalah alarm bagi kita semua untuk lebih mengoreksi dan memperhatikan gizi kita masing masing, keluarga kita dan juga masyarakat kita. Nah.... bagaimana dengan isi piring kita? Apakah sudah seimbang? Mari bersama kita bangun gizi masyarakat kita agar sehat dan berprestasi. Salam gizi.

Semoga bermanfaat. © SGI-2019




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF