Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

AYO TURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU DENGAN GERAKAN PENANGGULANGAN ANEMIA (GELANG MIA)!!!


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 22 Maret 2018.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyebutkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil 37,1%. Hal tersebut merupakan dampak lanjut dari tingginya prevalensi anemia pada remaja putri yaitu sekitar 25% dan pada wanita usia subur sebesar 17%. Keadaan ini merupakan akibat dari asupan zat gizi  besi dari makanan yang baru memenuhi sekitar 40% dari kecukupan.

Di Kabupaten Kediri survey anemia dilaksanakan terhadap siswi kelas 7 SMPN I Ngasem bekerja sama antara Dinas Kesehatan dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Kediri pada tanggal 1 Maret 2018 dengan hasil siswi yang mengalami anemia sebesar 12,9%.

Dalam Rencana Strategis Nasional bidang Kesehatan tahun 2015 - 2019 mencantumkan sasaran Program Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak antara lain meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat dengan indikator pembinaan perbaikan gizi masyarakat yang salah satunya adalah pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi Remaja Putri dengan target sebesar 30% pada tahun 2019.

Pemberian tablet tambah darah pada remaja putri diharapkan akan berdampak pada meningkatnya status gizi sehingga dapat memutus rantai terjadinya stunting (bayi / balita pendek), mencegah anemia dan meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh sebagai bekal dalam mempersiapkan generasi yang sehat berkualitas dan produktif. Akibat anemia pada ibu hamil antara lain keguguran, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan perdarahan yang menjadi penyebab tertinggi kematian ibu dapat dicegah.

Sejalan dengan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Kediri telah mencanangkan Gerakan Penanggulangan Anemia (GELANG MIA) pada tanggal 2 Maret 2018 bertempat di SMPN I Ngasem oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Ibu Hj. Rosyidah Masykuri dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Kementerian Agama, Bagian Kesra, Kominfo, Ketua IBI, Kepala UPTD Puskesmas Ngasem, Muspika Kecamatan Ngasem dan Kepala SMPN I Ngasem beserta jajarannya.

Tujuan launching ini adalah menandai dimulainya pemberian tablet tambah darah pada remaja putri secara rutin seminggu sekali setiap hari Jum’at dimasing-masing sekolah dengan dipimpin kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sesuai dengan Peraturan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan RI, Menteri Agama dan Menteri dalam Negeri RI nomor 6/X/PB/2014 nomor 73 tahun 2014, nomor 41 tahun 2014 dan nomor 81 tahun 2018 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah/ Madrasah dan Permenkes no 88 tahun 2014 tentang Standar Tablet Tambah Darah bagi Wanita Usia Subur dan Ibu Hamil. Selanjutnya diharapkan sekolah dapat melaksanakan pemberian tablet tambah darah kepada siswi secara mandiri.

Acara ini diawali dengan pengisian materi tentang anemi oleh Dosen Akademi Gizi Karya Husada Kediri dilanjutkan dengan penampilan dari siswi berbakat yang mengisi acara dengan kemampuan menyanyi dan testimoni sebagai juara Kader Kesehatan Remaja tingkat Kabupaten Kediri. Selanjutnya Launching dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Adi Laksono, MMRS. Dalam sambutannya beliau mengemukakan bahwa sekolah merupakan ujung tombak dalam pembangunan bangsa karena berisi remaja-remaja yang memiliki karakteristik berjiwa muda, mempunyai semangat, loyalitas dan intelelektualitas tinggi sehingga remaja harus dalam keadaan sehat untuk meraih cita-citanya.

Upaya lain dalam penanggulangan anemia gizi untuk remaja putri dan WUS dilakukan melalui kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) yaitu promosi tentang anemia pada masyarakat luas, ditunjang dengan kegiatan penyuluhan kelompok serta konseling yang ditujukan secara langsung pada remaja putri / WUS melalui wadah yang sudah ada seperti sekolah, pesantren, tempat kerja baik formal maupun informal, organisasi dan LSM bidang kepemudaan, kesehatan keagamaan dan wanita, sehingga sangatlah dibutuhkan peran dari lintas sektor dalam semua kegiatan termasuk  pemberian dan pemantauannya. (KESGAGIZI)

© SGI-2018




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF