« Selamat Datang di Situs Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

 

LINDUNGI ANAK DAN KELUARGA KITA DARI BAHAYA CAMPAK DAN RUBELLA MELALUI IMUNISASI MR




Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri (Dinkes Kab. Kediri), 10 Agustus 2017.

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah.

Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk kedua penyakit ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Imunisasi MR diberikan pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye. Imunisasi MR masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin segera setelah masa kampanye berakhir, diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan anak kelas 1 SD/sederajat. Gratis, tidak dipungut biaya.

Kampanye imunisasi MR dilaksanakan selama Agustus-September 2017 untuk seluruh wilayah di pulau Jawa dan Agustus-September 2018 untuk seluruh wilayah di luar pulau Jawa. Pada bulan Agustus, imunisasi MR diberikan untuk Anak Usia Sekolah di sekolah-sekolah (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat), dan pada bulan September diberikan di Posyandu, Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan lainnya untuk bayi dan anak yang belum bersekolah dan anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

Tahun ini, sejumlah 6 provinsi, 119 kabupaten/kota dan 3.579 Puskesmas akan melaksanakan kampanye dengan total sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun yang akan diberikan imunisasi MR sejumlah 34.964.384 anak.

Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Tim Penggerak PKK Pusat, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, dan juga lembaga serta organisasi terkait lainnya.

Dalam rangka menyukseskan kampanye ini, Kemenkes telah menyediakan vaksin MR sebanyak 4.777.150 vial beserta alat suntik dan logistik pendukungnya, buku Petunjuk Teknis pelaksanaan, serta materi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang digunakan sebagai media sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, untuk menyosialisasikan kegiatan ini ke masyarakat luas, Kemenkes juga bekerjasama dengan UNICEF telah membuat Iklan Layanan Masyarakat, baik ditayangkan di TV maupun radio. Kemenkes bersama WHO melakukan pendampingan bagi Dinas Kesehatan untuk dapat mengidentifikasi daerah rentan dan menemukan cara-cara demi memastikan paling tidak 95% anak terimunisasi.

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 95% efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi.

Dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 4 Tahun 2016 dijelaskan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan para ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib. (Sumber : www.depkes.go.id)

Di Kabupaten Kediri, pencanangan kampanye imunisasi MR ini digelar serentak mulai tanggal 1 Agustus 2017, Bupati Kediri dr.Hj.Haryanti Sutrisno didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Adi Laksono MMRS berkenan memberikan imunisasi campak dan rubella di wilayah SDN Bendo 1 Kecamatan Pare dan MI Darul Falah Kecamatan Kandangan, beliau berharap dengan adanya imunisasi yang selentak dilaksanakan di bulan Agustus dan September ini bisa menghapus kasus campak-rubella di wilayah Kabupaten Kediri.

Pencapaian Imunisasi MR untuk tanggal 1 agustus 2017 sudah mencapai 5 % dari target sasaran 365.455 yang harus diimunisasi, pada hari kedua (tanggal 2 agustus 2017), pencapaian secara kumulatif Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri sudah mencapai 7,7% dari sasaran yg ada. Pada pelaksanaan Imunisasi hari ketujuh (7 Agustus 2017) sudah mencapai 26,39% (96.456 sasaran) dari total sasaran. Total sasaran sementara sebanyak 365.455 anak ini terbagi dalam 3 (tiga) kelompok umur yaitu usia 9 bulan sampai dengan 6 tahun dengan jumlah sasaran sementara sebanyak 128.414 sasaran, usia 7 sampai dengan 12 tahun dengan jumlah sasaran sementara sebanyak 152.677 sasaran, usia 13 sampai dengan 15 tahun dengan jumlah sasaran sementara sebanyak 84.364 sasaran. (Sumber: Seksi Surveilans dan Imunisasi)

“Lindungi anak dan keluarga kita dari bahaya penyakit campak dan rubella. Ayo, dukung keluarga, teman dan seluruh masyarakat sekitar kita untuk membawa anak-anak mereka ke pos-pos imunisasi MR pada Bulan Agustus sampai dengan September 2017. Ingat, kegiatan Kampanye Imunisasi MR ini GRATIS”. Dapatkan Imunisasi MR di Pos-pos Imunisasi MR terdekat, di Puskesmas dan di sekolah mulai PAUD sampai dengan SMP/MTs selama bulan Agustus sampai dengan September 2017, jadwal setiap Puskesmas menyesuaikan dengan kegiatan di Puskesmas.

Masyarakat Sehat, Kabupaten Kediri Kuat © SGI-2017




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF