Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

KEBERHASILAN DARI INOVASI PROGRAM KESGA (KESEHATAN KELUARGA) DAN GIZI DALAM PENURUNAN AKI DAN AKB DI KABUPATEN KEDIRI


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 08 Mei 2017.

Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berkomitmen yang tinggi dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).  Berbagai kegiatan telah dilaksanakan yang pada akhirnya mengantarkan Kabupaten Kediri meraih berbagai prestasi baik ditingkat propinsi maupun tingkat nasional.

Jumlah kematian ibu di Kabupaten Kediri terus mengalami penurunan secara signifikan yang mana pada tahun 2010 dan 2012 mengalami puncaknya dengan jumlah kematian 36 dan 37 ibu meninggal, kemudian pada tahun berikutnya turun secara bermakna menjadi sejumlah 17 dan 16 kematian ibu.

Penurunan kematian ibu di Kabupaten Kediri tidak terlepas dari upaya yang terus menerus dan berkelanjutan serta melibatkan lintas sektor, lembaga baik swasta maupun pemerintah serta masyarakat secara keseluruhan. Upaya yang telah dilaksanakan adalah

  1. GARPU (Gerakan Peduli Keluarga) yaitu suatu gerakan yang aktif untuk mensinergikan semua kegiatan yang ada di Kabupaten Kediri baik lintas sektor maupun lintas program untuk mendukung penurunan AKI dan AKB di wilayah Kabupaten Kediri. Adapun kegiatan yang tercakup didalamnya adalah SMS gate way, SMS bunda, MOU Peduli Kediri Raya, penguatan kegiatan GARPU dengan SE Bupati, Pembentukan KPK (Kelompok Penyuluh Kesehatan), Lomba Desa Peduli Keluarga dan Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi.
  2. Dukungan organisasi profesi (IBI) melalui Bidan Delima yaitu program dari IBI untuk meningkatkan kualitas pelayanan bidan dalam memberikan pelayanan yang terbaik agar dapat memenuhi keinginan masyarakat dengan misi membentuk BPS yang mampu memberikan pelayanan berkualitas, terbaik dalam bidang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana bersahabat dan peduli terhadap kepentingan pelanggan, serta memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggan. Bidan Delima di Kabupaten Kediri terbentuk pada tahun 2005 dan sampai tahun 2016 telah mempunyai 280 anggota dengan 23 fasilitator Bidan Delima. Kegiatan yang dilakukan UPBD (Unit Pelaksana Bidan Delima) meliputi santunan anak yatim setiap bulan Ramadhan, Kegiatan Donor Darah, Melakukan Safari KB. Adapun prestasi yang telah diraih adalah Juara 1 tingkat  nasional kategori fasilitator pada tahun 2013 dan juara 2 tingkat jawa timur kategori UPBD. 
  3. Melihat keberhasilan Kabupaten Kediri dalam Upaya Penurunan AKI dan AKB dengan memanfaatkan Rumah Tunggu Kelahiran, maka Kabid Kesehatan Masyarakat Propinsi Jawa Timur menjadikan Dinkes Kabupaten Kediri sebagai tempat belajar dalam pelaksanaan Program Jaminan Persalinan. Salah satunya adalah kaji banding dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang yang dimotori oleh dr. M. Vidya Kabid Kesmas diikuti oleh staf pada hari Senin tanggal 6 Maret 2017. Menurut dr. Vidya Kaji banding ini diperlukan sebagai kesempatan untuk belajar dari pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan Jaminan Persalinan dan Pelaksanaan Rumah Tunggu Kelahiran di Kabupaten Jombang. Sesuai peraturan yang berlaku, dana Jampersal di Kabupaten Kediri dipergunakan untuk penyediaan biaya transportasi rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan, penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK), dan jasa pertolongan persalinan bagi ibu bersalin miskin yang tidak mampu dan belum memiliki Kartu Jaminan Kesehatan Nasional/ Kartu Indonesia Sehat atau sumber pembiayaan yang lain. Di Kabupaten Kediri dana Jampersal tahun 2016 sangatlah membantu kinerja bidan dalam menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi  sehingga pada tahun itu tidak terjadi keterlambatan dalam rujukan. Sedangkan untuk pemanfaatan Rumah Tunggu Kelahiran yang di dekat Rumah Sakit sangatlah membantu masyarakat dalam hal pendanaan karena makan dan minum bagi pasien, keluarga pendamping dan petugas kesehatan/ kader disediakan lewat dana Jampersal. 
  4. Upaya penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Kediri tidak terlepas dari peran remaja, melalui kegiatan Forum kesehatan remaja dengan mengusung tema “Yang Muda Yang Berkarya”. Youth Forum Kabupaten Kediri mengawali pertemuan perdana bertempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Dengan dilatar belakangi REMAJA sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa dimasa depan, memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, terjamin kelangsungan hidupnya, bebas dari tindakan diskriminasi dan perlakukan yang salah, termasuk terlindung dari berbagai masalah kesehatan. Masalah kesehatan pada kelompok ini terutama disebabkan karena perilaku yang berisiko. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 (SDKI 2012) menggambarkan adanya peningkatan kejadian seks pranikah yang cukup signifikan pada kelompok usia 15-19 tahun dalam kurun waktu 5 tahun terutama pada laki-laki. Selain itu Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukan semakin meningkatnya kasus cedera pada anak usia sekolah dan remaja terutama karena jatuh dari kendaraan dan transportasi motor.Agenda utama pertemuan ini adalah terbentuknya kepengurusan baru tahun 2017 dan menyusun rencana kerja tahun 2017 sebagai bagian dari kebangkitan Youth Form dimasa mendatang. Diskusi pertama dipimpin Aryan Yusuf dan Achmat Maskurohman menghasilkan komitmen untuk terus mengawal remaja Kabupaten Kediri sehingga menjadi generasi yang berakhlaqul karimah. Sedangkan rencana jangka pendek mengenalkan Youth Form masyarakat melalui media web, instagram, dan media cetak. Selanjutnya Youth Form akan ikut menyemarakkan hari-hari besar Kesehatan seperti Hari Aids Sedunia, Hari Kesehatan Nasional, dan Pemilihan Duta Remaja dan sederet program kerja dengan tujuan utama menyebarkan informasi tentang kesehatan remaja. Kedepan pertemuan Youth Form akan lebih intensif sehingga bisa segera bersinergi. 
  5. Upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sudah selayaknya melibatkan semua kalangan masyarakat. Melalui audiensi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri yang dalam hal ini diterima langsung Bapak Wakil Bupati Drs. Maskuri  memberikan apresiasi kepada Fatayat Nahdatul Ulama (NU) bekerja sama dengan Jhpiego yang telah berkontribusi dibidang kesehatan,  khususnya dalam upaya menurunkan kematian ibu dan bayi. Fatayat NU mengemas upaya tersebut dalam Program SMS Bunda yang memanfaatkan teknologi mobile dalam upaya menyelamatkan ibu dan bayi. Layanan SMS gratis ini memberikan informasi kesehatan bagi ibu hamil dan nifas, sampai anak mencapai usia 2 tahun (1.000 hari pertama kehidupan). Program ini bersinergis dengan program yang sudah ada yaitu sms gateway dimana sasaran utamanya adalah petugas kesehatan yang dikemas dalam sebuah Gerakan Peduli Keluarga (GARPU). “Jadi klop… Sudah ada partisipasi dari masyarakat dan petugas” ujar beliau. 
  6. Sejak tahun 2014 sudah terbentuk jejaring rujukan rumah sakit dimana Rumah Sakit yang ditunjuk adalah Rumah Sakit yang tersedia fasilitas PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif), salah satu kewajiban dari Rumah Sakit adalah membina Puskesmas Jejaring Puskesmas PONED (Pelayanan Obestetry Neonatal Emergency Dasar) dalam kasus-kasus kegawatdaruratan, Di Dalamnya terdapat Empat Rumah Sakit yang berkomitmen, empat Rumah Sakit tersebut diantaranya RSUD Gambiran, RSUD Kab Kediri, RS Toelongrejo, RS Aura Syifa. Drill emergency adalah salah satu kegiatan dari puskesmas dalam penurunan AKI dan AKB karena setiap pengelola diwajibkan  mampu  menangani perdarahan dan  Pre Eklampsi yang mana keduanya adalah salah satu penyebab terbesar Kematian di kabupaten kediri. Sedangkan rujukan sendiri pada dinkes mempunyai prinsip rujukan dini berencana dengan berpedoman BAKSOKULONDA (Bidan alat Keluarga Surat Obat Kendaraan Lokasi Dana dan Doa). 
  7. Salah satu strategi untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak KIA serta imunisasi adalah Pemberdayaan masyarakat. Perguruan Tinggi adalah salah institusi pendidikan dengan tri dharmanya diharapakan dapat membrikan warna dan berperan aktif dalam upayapeningkatan kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak KIA serta imunisasi melalui Pemberdayaan masyarakat. Sehubungan dengan tersebut Dinas Kesehatan Kabupate Kediri bekerja sama dengan institusi pendidikan kesehatan yang di Kabupaten dan Kota Kediri dalam pendampingan ibu hamil dan ibu balitayang ada di Kabupaten Kediri. Dalam program tersebut satu mahasiswa secara berkala mengunjungi ibu hamil dan ibu balita untuk memantau kehamilannya dan atau tumbuh kembang serta imunisasi anak balita. Diharapakan dengan program GEBRAK ini bisa menurunkan AKI dan AKB serta meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.
  8. Untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan Keluarga Berencana Pemerintah mencanangkan strategi program KB melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). MKJP merupakan kontrasepsi yang dapat dipakai lama, lebih dari 2 tahun. Efektif dan efisien untuk tujuan pemakaian menjalankan kelahiran lebih dari 3 tahun atau sudah tidak ingin tambah lagi. Dengan adanya metode ini diharapakan dapat penurunan AKI dan AKB. Dari PEMIKIRAN INI Kabupaten Kediri telah membuat terobosan baru yaitu pembentukan desa MKJP. Dimana pembetukan desa MKJP satu Puskesmas satu desa.
  9. Kabupaten Kediri telah mempunyai 67 KP ASI yang tersebar di desa-desa dan pada tahun 2016 pembentukan sekitar 74 KP ASI masih berlangsung. KP ASI ini diharapkan menjadi kepanjangan tangan dari pemerintah dalam meningkatkan pencapaian ASI Eksklusif dengan melibatkan masyarakat secara langsung yang kegiatannya terus berlanjut dan berkesinambungan. Keterlibatan masyarakat dalam setiap kegiatan yang mendukung keberhasilan ibu menyusui harus terus dimotivasi dan layak mendapat apresiasi yang salah satunya di wujudkan dengan dibentuknya kepengurusan KP ASI tingkat kabupaten yang merupakan wadah kepengurusan KP ASI di level yang lebih tinggi. Tanggal 30 Agustus 2016 Pengurus KP ASI tingkat Kabupaten Kediri telah secara resmi dikukuhkan oleh Ibu Bupati Kediri dengan diterbitkannya Keputusan Bupati Kediri nomor 188.45 / 270 / 418.32 / 2016 tanggal 26 Agustus 2016 tentang Pembentukan Pengurus Kelompok Pendukung Air Susu Ibu (KP ASI) di Kabupaten Kediri. Adapun Susunan Keanggotaan Pengurus KP ASI tingkat Kabupaten Kediri terdiri atas unsur pemerintah, kepala satuan kerja, organisasi profesi, organisasi masyarakat dan LSM (Komunitas Peduli ASI Kediri).

Ayo dukung  Kategori Inovasi Program KIA dengan judul karya “Gerakan Peduli Keluarga (GARPU)” atas nama dr. A. Nugroho P.L., M.Kes. Dari hasil seleksi tahap kedua, diinformasikan bahwa karya lomba tersebut termasuk lolos seleksi tahap kedua sebagai 5 Terbaik (Finalis). Diadakan juga Voting Juara Favorit IndoHCF Innovation Award I 2017. Voting “Juara Favorit” ditujukan bagi para 23 finalis IndoHCF Innovation Awards 2017 dari kategori SPGDT Pra-RS, KIA, Inovasi Alat Kesehatan, E-Health, dan Seni Promosi Kesehatan serta netizen/followers akun sosial media Indonesia Healthcare Forum.

Periode pengumpulan dukungan berupa like, comment, dan share melalui Facebook Indonesia Healthcare Forum dimulai pada 5 Mei 2017 pukul 00:00 Waktu Indonesia Bagian Barat dan berakhir pada 15 Mei 2017 pukul 23:59 Waktu Indonesia Bagian Barat.

Anda harus terlebih dahulu memiliki akun Facebook dan menjadi followers di akun Facebook Indonesia Healthcare Forum.

Untuk like, comment, dan share pada post tersebut - klik (copy) link dibawah:

https://www.facebook.com/indonesiahealthcareforum/photos/a.1699946900298821.1073741834.1494355857524594/1699952163631628/?type=3&theater

Untuk netizen dan followers akun Indonesia Healthcare Forum ada 5 pemenang terpilih masing-masing akan mendapatkan hadiah berupa pulsa senilai Rp 250.000

© SGI-2017 (Sumber : Seksi Kesga dan Gizi, SGI)




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF