Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

PENDAMPINGAN IBU HAMIL DAN IBU BALITA (BADUTA) OLEH MAHASISWA DAN KADER DI WILAYAH PUSKESMAS MOJO DAN SEMEN




Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 19 April 2017.

Monitoring dan Evaluasi Pendampingan Ibu Hamil dan Ibu Balita dilakukan oleh Kementrian Kesehatan RI melalui Direktorat Bina Keluarga merupakan rangkaian kegiatan penguatan sistem kesehatan dan pelayanan kesehatan yang bersifat continuum of care (Kontinum perawatan), yang dirancang berdasarkan proses kebijakan meliputi penyusunan agenda kebijakan (Agenda Setting), perumusan kebijakan (Policy Formulation), pelaksanaan kebijakan (Policy Implementation) dan monitoring serta evaluasi kebijakan (Policy monitoring and Evaluaation).

Dengan mempertimbangkan animo dan ketersediaan SDM di Dinas Kesehatan,Perguruan Tinggi, pengalaman scalling up dan kemudahan koordinasi serta kemungkinan kesinambungan dengan kemampuan Kabupaten Kediri kembali terpilih sebagai daerah uji coba Kementrian Kesehatan dengan harapan terjadi penguatan kerjasama antara Kementerian Menteri Kesehatan, Perguruan Tinggi dan organisasi profesi sehingga dapat mendorong cakupan Imunisasi serta pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak sehingga nantinya dapat di aplikasikan diseluruh wilayah Indonesia.

Kegiatan ini diawali pada bulan Februari 2017 dengan diawali Pembekalan pada Mahasiswa Akademi Kebidanan Poltekes Malang di Kediri sebanyak 40 orang yang nantinya terbagi 2 (dua) dalam pendampingan, separo melakukan pendamingan ibu hamil dengan umur kehamilan tidak lebih dari 24 minggu, separo berikutnya mendampingi ibu balita dengan umur balita  kurang dari 2 tahun, yang kemudian dilanjutkan dengan orientasi kader Puskesmas Mojo dan Semen dengan materi inti Konsep Pendampingan dan Kesehatan Ibu dan Anak. Media yang wajib dipakai dalam pendampingan adalah Buku KIA yang memiliki muatan penjelasan ibu hamil memerlukan persiapan yang cukup untuk menghadapi proses kelahiran, baik berupa materi, kesiapan fisik dan mentalnya supaya bisa merencanakan kehamilan dan persalinan yang tepat, misalnya secara rutin memeriksakan kehamilan, menentukan tempat kelahiran dan mengambil keputusan tindakan pertolongan yang tepat sampai dengan pemahaman ibu tentang Keluarga Berencana sampai dengan perawatan anak sampai usia 72 bulan. Informasi yang cukup tentang pengenalan tanda bahaya pada kehamilan, persalinan dan masa nifas. Selain itu motivasi dan dukungan keluarga serta lingkungan juga mempengaruhi kondisi ibu dalam menghadapi kehamilannya.

Agenda lain yang dilaksanakan adalah Pertemuan Sosialisasi dan advokasi stake holder di Kecamatan Mojo dan Semen dengan tujuan memperkuat tujuan kesehatan yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan partisipasi dari semua lini. Kegiatan pendampingan dijadwalkan oleh mahasiswa dengan ibu yang didampingi tanpa mengganggu proses belajar menganjar di kampus sehingga ibu merasa nyaman yang diajak berdiskusi.

Tim Monitoring dan Evaluasi yang dipimpin oleh dr. Harry Papilay, dr. Nuniek Ayu setya Ditha dibantu oleh dr. Yuna Wiryawan, M.Kes dan Dr. Gurendro Putro, SKM, M.Kes dari Puslitbang (Pusat Penelitian dan Pengembangan) Upaya Kesehatan Masyarakat menyimpulkan sementara kegiatannya bahwa masyarakat Kabupaten Kediri pemahamannya lebih bagus dari wilayah yang pernah dikunjunginya walaupun ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti utamanya tentang pemahaman tentang resiko tinggi kehamilan.

Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa benar-benar meningkatkan derajat kesehatan terutama di wilayah Kabupaten Kediri. Masyarakat semakin Sehat, Kabupaten Kediri semakin Kuat.

© SGI-2017 (Sumber : RNA, Seksi Kesga dan Gizi)




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF