Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

PEMERIKSAAN KESEHATAN CALON JEMAAH HAJI DI KABUPATEN KEDIRI DIMULAI


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 18 April 2017.

Ibadah haji adalah Rukun Islam kelima yang merupakan kewajiban sekali seumur hidup bagi setiap orang Islam yang mampu menunaikannya. Dalam Al Qu’ran Surat Ali Imran ayat 97 dijelaskan bahwa mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu (istithaah) mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dengan demikian, istithaah menjadi hal penting dalam pelaksanaan ibadah haji, yang dalam Fiqih Islam, Istithaah (termasuk Istithaah Kesehatan) dinyatakan sebagai salah satu syarat wajib untuk melaksanakan ibadah haji.

Undang-Undang Nomor 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji menyatakan bahwa penyelenggaraan ibadah haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya kepada jemaah haji agar jemaah haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam. Pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang diberikan kepada jemaah haji, bukan hanya untuk yang bersifat umum, tetapi juga yang bersifat kesehatan. Sehingga penyelenggaraan kesehatan haji merupakan kesatuan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kesehatan kepada jemaah haji sejak di Tanah Air, dan selama di Arab Saudi.

Dalam rangka memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dalam bidang kesehatan kepada jemaah haji, perlu pula memperhatikan dan mempertimbangkan amanah Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 menyatakan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia setinggi-tingginya melalui peningkatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang termasuk masyarakat Indonesia yang melaksanakan ibadah haji.

Ibadah haji adalah ibadah fisik, sehingga jemaah haji dituntut mampu secara fisik dan rohani agar dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik dan lancar. Oleh karena itu sebelum berangkat ke Tanah Suci, Calon Jemaah menjalani serangkaian upaya pemeriksaan kesehatan, meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium penunjang dan pengukuran kebugaran. Selain pemeriksaan kesehatan, Calon Jemaah Haji juga mendapatkan pembinaan kesehatan dari Puskesmas di mana Calon Jemaah Haji berdomisili berupa penyuluhan, konseling maupun kunjungan rumah. Ketika akan berangkat, Calon Jemaah Haji juga mendapatkan imunisasi meningitis meningokokus. Selain imunisasi meningitis, Calon Jemaah Haji dianjurkan untuk imunisasi influenza dan pneumonia.

Pemeriksaan kesehatan pertama sudah dimulai tanggal 6 Maret 2017 kemarin sampai dengan tanggal 29 April 2017. Pengukuran kebugaran dilaksanakan pada April 2017. Untuk imunisasi meningitis dan influenza direncanakan sesudah Idul Fitri 1438 H tepatnya 10 sd 15 Juli 2017. Jadual imunisasi ini dapat maju, jika sudah ada jadual pelunasan dan vaksin sudah tersedia.

Rangkaian upaya pemeriksaan kesehatan dan pembinaan kesehatan ini diharapkan seluruh Calon Jemaah Haji dapat menjalankan rukun dan wajib haji secara mandiri dan beroleh kesehatan yang optimal selama menjalani seluruh rangkaian ibadah hajinya.

© SGI-2017 (Sumber : Seksi Surveilans dan Imunisasi melalui Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat)




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF