Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

KAJI BANDING DARI DINAS KESEHATAN KABUPATEN JOMBANG


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 21 Maret 2017.

Sesuai amanah dari Kabid Kesehatan Masyarakat Propinsi Jawa Timur menjadikan Dinkes Kabupaten Kediri sebagai tempat belajar dalam pelaksanaan Program Jaminan Persalinan. Kegiatan kali ini adalah kaji banding dari Jombang dimotori oleh dr. M. Vidya Kabid Kesmas diikuti oleh 5 orang terdiri dari Kasi Kesga dan Gizi beserta staf Bagian Pembiayaaan dan Bagian Penyusunan Program pada hari Senin tanggal 6 Maret 2017. Menurut dr. Vidya Kaji banding ini diperlukan sebagai kesempatan untuk belajar dari pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan Jaminan Persalinan dan Pelaksanaan Rumah Tunggu Kelahiran di Kabupaten Jombang. Hadir dalam acara kaji banding ini Awang Huda Dharmawan KaSub Bag Penyusunan Program, Budi Santoso Kasi Kesehatan dan Pembiayaan Kesehatan, dr. Ernawan Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan staf Keuangan Budi Catur.

Dalam Sambutannya dr. A. Nugroho PL, Kabid Kesmas mengatakan bahwa sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 tahun 2016 tentang petunjuk teknis penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2017, salah satunya adalah program Jampersal mengikuti mekanisme keuangan daerah. Saat ini kurang lebih 20% ibu bersalin belum terlayani di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga persalinan dirasakan menjadi tidak aman dan memiliki risiko kematian ibu dan bayi yang tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh kendala akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan (kondisi geografis yang sulit) maupun kondisi ekonomi sosial dan pendidikan masyarakat, termasuk tidak memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dana Jampersal tahun 2017 ini digunakan untuk mendekatkan akses dan mencegah terjadinya keterlambatan penanganan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi baru lahir, terutama di daerah yang memiliki akses sulit ke fasilitas kesehatan dan penduduk yang tidak memiliki biaya untuk bersalin di fasilitas pelayanan kesehatan. Dana jampersal dipergunakan untuk penyediaan biaya transportasi rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan, penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK), dan jasa pertolongan persalinan bagi ibu bersalin miskin, tidak mampu dan belum memiliki Kartu Jaminan Kesehatan Nasional/ Kartu Indonesia Sehat atau sumber pembiayaan yang lain ujar Retno N. Kasi Kesga dan Gizi dalam paparannya. Di Kabupaten Kediri dana Jampersal tahun 2016 sangatlah membantu kinerja bidan dalam menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi  sehingga pada tahun itu tidak terjadi keterlambatan dalam rujukan. Rujukan dari rumah ibu hamil ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan sekunder/tersier atau dari fasilitas pelayanan kesehatan primer ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan sekunder/tersier baik melalui rumah tunggu kelahiran dan atau langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan rujukan sekunder/ tersier. Sedangkan untuk pemanfaatan Rumah Tunggu Kelahiran yang di dekat Rumah Sakit sangatlah membantu masyarakat dalam hal pendanaan karena makan dan minum bagi pasien, keluarga pendamping dan petugas kesehatan/ kader disediakan lewat dana Jampersal.

Diakhiri dengan tukar menukar cindera mata Vandel Logo Kabupaten Kediri dan Jombang, acara Kaji Banding ini ditandai dengan satu komitmen bersama dalam Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi.

AYO SEMANGAT BERSAMA DALAM SATU KOMITMEN PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI.

 © SGI-2017 (Sumber: Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi)




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF