Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

MIN DOKO MERAIH JUARA I DALAM LOMBA PSN DBD SEKOLAH TINGKAT PROVINSI


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 18 November 2016.

Kasus penyakit Demam Berdarah di Kabupaten Kediri mulai tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 mengalami kenaikan. Hal ini terkait juga dengan lima tahunan, untuk kasus 2014 sejumlah 221 kasus tidak ada yang meninggal diunia, tahun 2015 dari jumlah kasus sebanyak 702 meninggal dunia 7 orang dan pada jtahun 2016 sampai dengan bulan September dari jumlah kasus 868 telah meninggal dunia 14 orang.

Pencegahan pemberantasan penyakit demam berdarah di lingkungan sekolah harus benar-benar ditangani  secara serius, mulai dari melakukan edukasi sampai melakukan tindakan seperti 3M (menguras, memnutup rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas). Semuanya itu tidak lain untuk melindungi para siswa-siwa dari bahaya demam berdarah.

Persiapan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Doko, Kecamatan Ngasem dalam mengikuti Lomba Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) Sekolah Tingkat Provinsi tahun 2016 membuahkan hasil. Senin, 14 November 2016 bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 tahun 2016 bertempat di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur MIN Doko diundang untuk menerima penghargaan sebagai pemenang lomba juara 1 (satu). Penghargaan yang diberikan oleh Asisten Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur diterima langsung oleh Kepala Sekolah MIN Doko Drs. Imam Sururi. Menyisihkan 5 finalis lain dari berbagai Kota dan Kabupaten diwilayah provinsi Jawa Timur yaitu :

  • Juara II, SDN Kaliasin III dari Kota Surabaya
  • Juara III, SDN Landungsari 01 dari Kabupaten Malang
  • Juara Harapan I, SDN Pandian I No. 12 dari Kabupaten Sumenep
  • Juara Harapan II, SDN Ketapanrame 2 dari Kabupaten Mojokerto
  • Juara Harapan III, SDN Banjarejo I dari Kabupaten Bojonegoro

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa MIN Doko masuk dalam 6 finalis Lomba PSN DBD di Sekolah. Tim Penilai Lomba Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Demam Berdarah Dengue (DBD) Provinsi Jawa Timur yang datang pada tanggal 4 Oktober 2016 ke MIN Doko Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri berjumlah 12 orang dipimpin oleh drg. Ansharul Fahruddah, M.Kes. disambut hangat oleh Wakil Bupati Kediri Drs. H. Masykuri, MM., Ketua TP-PKK Kabupaten Kediri Hj. Rosyidah Masykuri, Kepala Dinas Kesehatan dr. Adi Laksono, MMRS dan Para Kepala Dinas terkait yang mendukung kelancaran jalannya perlombaan. Penilaian tersebut adalah bagaimana para kader cilik ini memberikan sosialisasi kepada masyarakat disekitar sekolah dan sejauh mana wawasan yang dimiliki oleh para kader tersebut serta kecekatan dalam memeriksa lokasi-lokasi yang menjadi sarang nyamuk.

Seperti keterangan dari Kepala Sekolah Drs. Imam Sururi, MIN Doko memiliki murid sejumlah 764 siswa, yang semuanya sudah dididik menjadi Kader Jumantik. Mereka telah diberikan ilmu, bekal dan bimbingan apa yang harus dilakukan dalam PSN-DBD. Selain pembelajaran mengenai pentingnya bahaya nyamuk Aedes Aegepty dan pencegahan DBD, dengan mengusung konsep inovasi sekolah siswa dalam meraih juara lomba PSN DBD adalah daur ulang hasil limbah. Setiap hari Jum’at juga dilaksanakan Jum’at bersih, para siswa dan guru diajak untuk selalu hidup bersih dimanapun tempatnya. Para siswa juga diberi tugas untuk melakukan PSN-DBD dirumah masing-masing dan setiap hari Jum’at harus menyetorkan laporan ada tidaknya jentik nyamuk dirumahnya. Peran dan fungsi kader PSN telah ditingkatkan menjadi kader motivator kesehatan, yang tidak hanya melihat jentik tapi lebih luas lagi juga mendorong dan memiotivasi masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu kader motivator tidak juga harus menggalakkan siswa pemantau jentik yang dimulai dari lingkungan sekolahnya. Dari lingkungan sekolah inilah diharapkan terbentuk perilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatkan kewaspadaan dini terhadap kasus DBD yang akan diaplikasikan di lingkungan sekitar siswa.

Dengan diraihnya juara I dalam Lomba PSN DBD di Sekolah ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran terhadap pemberantasan sarang nyamuk dan bahaya DBD dilingkungan sekolah dan masyarakat, siswa dan masyarakat juga semakin memahami pentingnya PSN dengan 3M Plus (Menguras bak air/ bak mandi, Menutup penampungan air, Mengubur barang bekas, Membubuhkan bubuk abate pada penampungan air,  Memakai obat anti Nyamuk dan Mendaur ulang barang bekas).
(Seksi Pencegahan Penyakit Bersumber Binatang) – [SGI]



Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF