Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

PEMANFAATAN RUMAH TUNGGU KELAHIRAN (RTK)


Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 05 Oktober 2016.

Angka Kematian Ibu (AKI)  dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan masyarakat sehingga memerlukan kerja cerdas dan nyata. Untuk itu diperlukan suatu terobosan yang memiliki daya ungkit tinggi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB. Di Kabupaten Kediri salah satu terobosan Pemerintah Daerah yang dilakukan saat ini adalah dengan menyediakan 16 Rumah Tunggu Kelahiran melalui program Jampersal (Jaminan Persalinan)  yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten, 4 diantaranya berada di dekat Rumah Sakit Umum Daerah yaitu di Jl. Bengawan Solo Desa Pelem Kec. Pare, Jl. Kamboja RT.17 RW.04 Desa Tulungrejo Kec. Pare, Jl. Joyoboyo Gang III No. 47 Desa Sukorejo Kec. Ngasem dan Perum Canda Kirana Blok 02 Kota Kediri. RTK merupakan suatu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat berupa tempat (rumah/ bangunan tersendiri)  yang dapat digunakan untuk tempat tinggal ibu hamil yang akan melahirkan serta pendampingnya (suami/ keluarga/ kader kesehatan).

Dengan adanya RTK diharapkan dapat mendekatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Ibu dan Anak di fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai sehingga dapat  mencegah terjadinya 3 TERLAMBAT (Terlambat mendeteksi, Terlambat merujuk dan Terlambat mendapatkan pertolongan) yang menjadi faktor penting dalam menurunkan Angka Kematian Ibu di Indonesia. Selain itu RTK juga berfungsi  dalam menyiapkan proses persaliana normal dengan melakukan senam hamil dan nifas, menyiapkan Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif, menyiapkan penggunaan kontrasepsi dan menyiapkan pendidikan pola asuh dan pendidikan gizi keluarga. Diharapkan keluarga utamanya ibu pulang dalam keadaan sehat dan mampu mengasuh bayi dengan penuh kasih saying dan mampu mendeteksi tanda bahaya pada bayi.

Tenaga kesehatan akan menjemput ibu apabila sudah waktunya bersalin atau membutuhkan pertolongan dan segera mempersipakan proses persalinan. Apabila ibu hamil memiliki faktor resiko akan diantarkan ke RS yang memiliki fasilitas dan SDM yang lengkap. Biaya transportasi pulang pergi dari RTK ke RS atau sebaliknya, makan minum ibu dan pendamping  ditanggung pemerintah.

Sampai saat ini sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan RTK bahkan warga luar wilayah Kabupaten bisa menikmatinya.

(Retno N, Group Jampersal) - [SGI]




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF