Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

« Selamat Datang di Situs Web Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

KABUPATEN KEDIRI MENERIMA PENGHARGAAN DARI GUBERNUR JAWA TIMUR UNTUK KOMITMEN PENURUNAN AKI DAN AKB




Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, 14 Januari 2015.

Kabupaten Kediri menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur untuk  Komitmen Penurunan AKI dan AKB tahun 2014.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo, atas komitmennya dalam rangka penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Kediri. 

"Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi atas kerjasama yang baik antar seluruh pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan dan seluruh masyarakat," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Kediri Haris Setiawan menirukan ucapan Bupati Haryanti, di Kediri, Selasa. (25/11/2014)

Hal itu juga ditegaskan Gubernur Soekarwo. Pada sambutannya di acara yang bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Jatim Gubernur mengatakan, program-program kesehatan akan terlaksana dengan baik jika didukung dengan institusi yang kuat dan solid serta partisipasi masyarakat.

Kegiatan penyerahan penghargaan itu dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-50 di halaman Kantor Dinas Kesehatan Jawa Timur. Bupati Haryanti secara langsung menerima penghargaan itu dari Gubernur Jatim Soekarwo.

Sementara itu, data di Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri terkait dengan angka kematian ibu, dari sasaran 28.187 orang ibu hamil pada 2014, dengan jumlah ibu hamil resiko tinggi 5.637 orang dan jumlah ibu bersalin 26.906 orang, tercatat 13 kasus kematian ibu per Oktober 2014. Angka ini menurun dibandingkan pada 2013 sebanyak 34 kasus, dan 2012 sebanyak 37 kasus. Adapun penyebab kematian di antaranya pendarahan, infeksi, preeklampsi, jantung dan lain-lain.

Dari sasaran 25.119 bayi di 2014, diketahui jumlah bayi risiko tinggi mencapai 3.768 bayi. Dari jumlah itu tercatat 154 kematian bayi per September 2014. Pada 2013 tercatat 227 kematian bayi dan di 2012 tercatat 257 kematian bayi. Penyebab kematian bayi antara lain bayi berat lahir rendah (BBLR), "asfiksia" atau gagal bernafas, kelainan bawaan, infeksi dan lain-lain.

Berbagai program pun digalakkan untuk mendukung penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Kediri. Di tingkat masyarakat di antaranya dilakukan penjaringan ibu hamil resiko tinggi oleh kader melalui Kartu Score Poedji Rochyati (KSPR), pemantauan pemberian Fe atau tablet penambah zat besi ibu hamil oleh keluarga dan masyarakat, Desa P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi), inisiasi menyusui dini (IMD), pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh mahasiswa kebidanan, serta program bulan timbang dan peduli keluarga melalui kerjasama dengan lintas sektor kecamatan, kemenag, diknas dan organisasi masyarakat.

Sedangkan di tingkat tenaga kesehatan, dilakukan berbagai kegiatan diantaranya ANC (Ante Natal Care) terpadu dan berkualitas, SMS gateaway, program rujukan ibu hamil resiko tinggi ke rumah sakit, kemitraan bidan dan dukun (pembinaan dukun oleh nakes), serta KB pasca salin. Untuk kegiatan kesehatan reproduksi, dilakukan PPIA (Pencegahan Penularan HIV dari ibu ke anak), dan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) yang sudah dilakukan oleh semua puskesmas.

Dengan berbagai program yang dilaksanakan, diharapkan dapat benar-benar menurunkan angka kematian ibu dan bayi, hingga tercapai target angka kematian 0 (nol) di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Kesehatan melalui KaBid Kesehatan Keluarga(KESGA) dr. Nugroho, Mkes. saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, “Kami akan menjaga penghargaan tersebut dan terus berupaya untuk menekan AKI atau AKB di Kabupaten Kediri dan karena ini merupakan suatu kegiatan kemanusiaan kami harapkan dari semua pihak yang dibidang pelayanan kesehatan serta masyarakat bisa mendukung progam-progam kesehatan agar berjalan secara sinergi”, ungkapnya. [SGI]




Print Friendly Version of this pageCetakGet a PDF version of this webpagePDF