« Selamat Datang di Situs Resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri ® »

 

PEMANFAATAN TOGA




Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri (Dinkes Kab. Kediri), 11 Maret 2017.

Indonesia merupakan negara kaya dengan keanekaragaman hayati (A Mega Biodiversity Country) dimana terdapat lebih kurang 30.000 jenis tanaman yang tersebar diseluruh tanah air, sekitar 9.600 spesies berkhasiat obat dan kurang lebih 300 spesies digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional oleh industri obat tradisional. Oleh karena itu keanekaragaman  hayati yang ada di Indonesia merupakan aset dan sumber daya yang harus dipelihara dan dikelola untuk dapat menjadi warisan leluhur dan bermanfaat bagi masyarakat untuk pemeliharaan kesehatan.

TOGA adalah singkatan dari Taman Obat Keluarga berfungsi sebagai penyedia obat sekaligus berupa taman berestetika yang memenuhi kriteria keindahan perkarangan. TOGA dapat memenuhi upaya kesehatan preventif (pencegahan penyakit), promotif (peningkatan derajat kesehatan), kuratif (penyembuhan penyakit) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan). Selain itu TOGA juga berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga antara lain sebagai sarana untuk (1) memperbaiki status gizi keluarga, (2) menambah penghasilan keluarga, (3) meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman, (4) melestarikan tanaman obat dan budaya bangsa.

Disamping itu, keberadaan TOGA juga berfungsi sebagai upaya pelestarian tanaman obat dari proses pelangkaan. TOGA pernah dikembangkan diberbagai daerah mulai dari pedesaan sampai di perkotaan dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman obat yang tumbuh sesuai spesifikasi daerah masing-masing. Namun demikian keberadaan TOGA di daerah masih mempunyai permasalahan dan hambatan, diantaranya pengelolaan dan pemanfaatan TOGA belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu revitalisasi TOGA perlu dilakukan, agar TOGA dapat berkembang secara optimal dan dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat sebagai bahan ramuan yang berkhasiat dalam upaya menjaga, meningkatkan dan menanggulangi kesehatan.

  1. Konsep Dasar TOGA

Pengertian TOGA

TOGA yaitu sebidang tanah baik di halaman, pekarangan, atau di kebun yang dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman yang berkhasiat obat dalam upaya memenuhi kebutuhan obat keluarga. TOGA dimaksudkan agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dengan cara yang murah, mudah, aman dan nyaman. TOGA selain menjaga kesehatan masyarakat, juga diharapkan dengan TOGA keindahan lingkungan rumah tangga dapat tercipta, termasuk mengurangi pengeluaran kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Karena kebutuhan obat, sayur-sayuran dan bumbu masak telah tersedia di dalam TOGA. Oleh karena itu, TOGA diharapkan dapat menunjang kesehatan, kesejahteraan, keindahan lingkungan, pelestarian tanaman dan budaya, mengurangi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, dan dapat juga sebagai sumber penyedia bahan baku obat tradisional.

Fungsi TOGA

  1. Sebagai sarana mendekatkan tanaman obat kepada masyarakat untuk upaya kesehatan mandiri.
  2. Sebagai pendayagunaan tanaman obat yang dapat diarahkan untuk peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif).
  3. Melestarikan budaya pengobatan tradisional sebagai warisan leluhur dengan memanfaatkan tanaman yang berkhasiat.

Manfaat TOGA

  1. TOGA mempunyai manfaat sebagai upaya kesehatan preventif (pencegahan penyakit), promotif (peningkatan derajat kesehatan), kuratif (penyembuhan penyakit), dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan).
  2. TOGA mempunyai manfaat sebagai mendukung menciptakan kesehatan dan kesejahteraan  keluarga antara lain sebagai sarana untuk (1) memperbaiki status gizi keluarga, (2) menambah penghasilan keluarga, (3) meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman, (4) melestarikan tanaman obat dan budaya bangsa.

Sasaran dan Lokasi TOGA

  1. Sasaran, Perorangan, keluarga, dan kelompok masyarakat, contohnya: lingkungan sekolah, pramuka, karang taruna, asosiasi pengobat tradisional, TP-PKK, desa siaga.
  2. Lokasi, Sesuai namanya TOGA dapat dimulai dari halaman rumah kebun, ladang, selain itu dapat dilakukan di halaman sarana umum seperti: sekolah, puskesmas / rumah sakit, gedung balai desa / kantor kelurahan, gedung pertemuan dan lahan lain yang dapat dimanfaatkan.  Untuk daerah perkotaan, dimana sulit untuk memiliki rumah dengan halaman atau pekarangan yang memadai, TOGA dapat dibuat dengan menggunakan pot, poli bag, ember dan bahan lain yang cocok untuk pot.
  1. Pengenalan Tanaman Obat pada TOGA

Jenis-jenis Tanaman Obat

Jenis tanaman obat yang banyak ditanam di dalam TOGA secara umum sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Penamaan jenis tanaman obat dengan menyertakan nama ilmiah (latin) selain nama nasional dan nama lokal dimaksudkan agar antara tanaman obat yang satu dengan lainya tidak tertukar.

Pertelaan Tanaman Obat

Pertelaan tanaman obat adalah menerangkan atau menyebutkan ciri-ciri morfologi bagian tanaman seperti batang, daun, bunga, buah dan biji dari setiap jenis tanaman obat. Hal ini penting untuk diketahui, karena dengan menyebutkan ciri-ciri tersebut sehingga antara bagian tanaman yang satu terhadap bagian tanaman dari jenis tanaman obat lainnya tidak tertukar. Contoh bardasarkan penampang batang yaitu bulat dan pipih. Berdasarkan bentuk daun, dibedakan berbentuk bulat, berbangun perisai, lonjong, jorong, dan lanset. Bentuk pangkal daun yang berlekuk (berbentuk jantung, ginjal) dan tidak berlekuk (bulat telur, segi tiga, belah ketupat). Berdasarkan tulang daun, menyirip, menjari, melengkung, dan lurus / sejajar.

Berdasarkan letak bunga dibedakan menjadi bunga terminal bila letaknya diujung cabang atau ujung batang; dan bunga aksiler apabila bunga terletak diketiak daun. Bentuk dasar bunga yang biasa dijumpai adalah bentuk rata, kerucut, cawan, dan mangkuk.

Buah dibedakan buah semu dan buah asli,berbuah buni dan batu. Biji mempunyai bentuk yang bermacam-macam,  misalnya menyudut, ginjal, bulat, memanjang, bulat telur dan lain-lain. Tanaman obat berumah satudan berumah dua. Tanaman obat mempunyai biji monokotil dan dikotil, tanaman obat berakar serabut dan tunggang. Tanaman obat penghasil umbi, rimpang, akar (radix), daun, kulit batang, bunga, buah, dan biji.

Kandungan dari Tanaman Obat

Kandungan tanaman obat berkhasiat obat diharapkan dapat sebagai pedoman pemanfaatan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kandungan bahan kimia di dalam tanaman obat adalah banyak macamnya.

  1. Penataan TOGA

Dalam pengembangan TOGA perlu diperhatikan penataan dari berbagai tanaman yang akan ditanam, sehingga terlihat serasi, indah dan bernilai estetika sebagai taman. Penataan dalam penanaman tanaman obat dapat didasarkan pada :

  1. Fisik tanaman (tanaman yang  tumbuh tinggi, sedang dan rendah).
  2. Warna daun (hijau, ungu, kuning , merah).
  3. Bentuk daun (besar, kecil, bulat, dan panjang).
  4. Khasiatnya (sebagai obat batuk, obat pilek, obat diare dan sebagainya). Kegunaan lainnya (sebagai bumbu masak, sayuran dan lalapan). Penataan TOGA dapat dipadukan dengan tanaman buah-buahan, sayuran, tanaman hias bahkan tanaman perkebunan yang mempunyai fungsi sebagai obat.

Pembinaan teknis pemanfaatan Toga di desa Sendang kecamatan Banyakan, di wilayah kerja Puskesmas Tiron.

Peningkatan kesadaran, motivasi dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat akan mempercepat pencapaian status kesehatan yang optimal. Dengan demikian peningkatan kapasitas masyarakat dalam perawatan kesehatan secara mandiri melalui pemanfaatan TOGA, sebagai upaya pertolongan pertama pada diri sendiri dan keluarga perlu difasilitasi penyedia layanan kesehatan di tingkat pelayanan kesehatan primer dan didukung oleh kader.

Diharapkan petugas kesehatan dan masyarakat dapat secara intensif bekerjasama dalam mewujudkan masyarakat sehat mandiri sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa dalam penyehatan tradisional Indonesia.

© SGI-2017 (Sumber: Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, Seksi Pelayanan Kesehatan Tradisional).




Print Friendly Version of this pagePrintGet a PDF version of this webpagePDF